Bupati Landak Respon Rekomendasi IDI Terkait Penanganan COVID-19

Majalahmataborneonews.com, Landak -Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Kabupaten Landak secara resmi memberikan surat rekomendasi kepada Bupati Landak terkait dengan perkembangan kasus COVID-19 di Kabupaten Landak.

Dalam surat rekomendasi itu, Ikatan Dokter Indonesia (IDI) cabang kabupaten Landak menyampaikan beberapa hal penting yang harus ditindaklanjuti agar penularan COVID-19 dapat ditekan. Dikarenakan semakin banyaknya jumlah masyarakat yang terdeteksi reaktif bahkan beberapa sudah terkonfirmasi positif,  hal tersebut meminta kita untuk harus segera meningkatkan kemampuan menangkal terhadap pergerakan masyarakat yang berasal dari daerah yang berpotensi membawa virus ke Kabupaten Landak.

Selain itu tenaga medis merasa semakin kewalahan dalam menangani pasien dengan berbagai gejala klinis yang berbeda, ditambah lagi keterbatasan sarana dan prasarana diagnostik dini atau screening masyarakat yang terinfeksi COVID-19, sehingga pemerintah kabupaten perlu meningkatkan cakupan screening terhadap kelompok yang berisiko tinggi juga meningkatkan alat deteksi dini atau rapid test.

Kemudian sikap sebagian masyarakat dinilai tidak mau mengikuti anjuran pemerintah dan protokol kesehatan, seperti adanya kasus penolakan berlebihan warga yang terduga terinfeksi  COVID -19 untuk melakukan isolasi, dan hal tersebut membuat pemerintah untuk kembali meningkatkan peraturan dan semakin menegaskan hal ini.

Merespon beberapa masukan ini, Bupati Landak Karolin Margret Natasa menyampaikan bahwa pihaknya berupaya melengkapi peralatan dan APD baik di Puskesmas maupun di RSUD.

“Sesuai dengan rekomendasi Kita akan terus mengupayakan hak tersebut terkait tenaga medis Kita juga akan terus berupaya melengkapi peralatan dan APD sambil terus mengevaluasi protokol pelayanan kesehatan, baik di Puskesmas maupun di RSUD,” ungkap Karolin.

Lebih lanjut Bupati Landak mengucapkan terimakasih dan apresiasi atas dedikasi para petugas medis yang telah berjuang mengatasi Pandemi COVID-19 serta meminta masyarakat agar membantu pemerintah dalam memutus mata rantai Penyebaran COVID-19.

“Kita masyarakat terus mengikuti protokol COVID-19 dengan pembatasan sosial, menegakkan disiplin social distancing dan physical distancing, termasuk meminta masyarakat untuk tidak melaksanakan sholat Ied di masjid maupun di lapangan dan tidak melaksanakan takbir keliling,” terang Karolin.

Penulis: Rilis
Editor: Dinda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *