





Majalahmataborneonews.com, Sambas – Bunda Literasi Provinsi Kalimantan Barat, Ny. Erlina Ria Norsan, menegaskan pentingnya penguatan budaya literasi untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM), terutama di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital.
Majalahmataborneonews.com, Sambas – Bunda Literasi Provinsi Kalimantan Barat, Ny. Erlina Ria Norsan, menegaskan pentingnya penguatan budaya literasi untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM), terutama di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital.
Hal tersebut disampaikannya saat membuka Pekan Gemar Membaca di Aula Kantor Bupati Sambas, Rabu (14/10/2026), yang diikuti jajaran pemerintah daerah, pengurus TP PKK, tenaga pendidik, dan ratusan pelajar.
Menurut Ny. Erlina, literasi tidak sebatas kemampuan membaca, tetapi juga mencakup kemampuan memahami informasi, berpikir kritis, serta memilah informasi yang benar dan salah.
“Literasi bukan sekadar membaca, tetapi memahami informasi, berpikir kritis, dan menggunakan pengetahuan untuk mengambil keputusan yang baik,” ujarnya.
Ia mengingatkan bahwa kemudahan akses informasi melalui media digital harus diimbangi dengan kemampuan menggunakannya secara bijak. Literasi digital diperlukan agar generasi muda tidak mudah terpengaruh hoaks dan mampu memanfaatkan teknologi untuk belajar serta berkarya.
Ny. Erlina juga mengajak keluarga dan kader PKK membangun kebiasaan membaca sejak dini serta meningkatkan pemahaman terhadap perkembangan teknologi, termasuk kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).
“Pendidikan pertama seorang anak dimulai dari rumah. Melalui gerakan PKK, kita dapat membiasakan membaca bersama anak, menyediakan pojok baca sederhana, dan mendampingi mereka menggunakan teknologi,” ungkapnya.
Ia berharap kader PKK menjadi penggerak budaya literasi hingga ke desa melalui dasawisma, posyandu, PAUD, dan kelompok kegiatan masyarakat.
Menurutnya, keberhasilan gerakan literasi tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan buku, tetapi juga konsistensi membangun kebiasaan membaca di lingkungan keluarga.
“Kalau membaca sudah menjadi kebiasaan di rumah, insyaallah budaya literasi akan tumbuh dan menjadi bagian dari kehidupan keluarga,” pungkasnya.






Komentar
Masuk dengan akun komentator Weblu untuk menulis komentar.