Bagi Wakil Rakyat Terpilih “Noblesse Oblige”

     Hinggar Bingar Pemilu Legislativ telah usai, rakyatpun telah menentukan pilihannya. Vox Populi Vox Dei, Suara Rakyat Suara Tuhan.  Tiada kata lain yang pantas untuk wakil rakyat yang telah terpilih,      selain ucapan selamat. Siapapun Dia, entah dari partai mana, golongan apa, yang pasti rakyat telah memilih, rakyat telah menentukan wakilnya untuk duduk di Parlemen, baik itu di DPRD Kabupaten, DPRD Provinsi, DPRD Pusat maupun wakilnya di DPD. Tentunya kita harus yakin dengan hasil pilihan rakyat tersebut, dari sekian banyak Caleg yang bersaing, masyarakat akhirnya menentukan pilihannya. Pastinya pilihan masyarakat tersebut adalah orang yang berkualitas atau the best menurut masyarakat pemilihnya.  Bagi yang tidak duduk atau belum dipercaya oleh masyarakat untuk  menjadi wakil mereka di Parlemen, tak perlu kecewa dan berkecil hati, selalu ada kesempatan dilain waktu, selalu ada berbagai cara untuk terus memperjuangkan nasib rakyat, perjuangan  toh tidak harus di Parlemen.

Untuk yang terpilih sebagai wakil rakyat, sepantasnya anda bangga dan berbahagia, betapa tidak, kepercayaan dan kehormatan 5 tahun ke depan ada digenggaman anda, tentunya plus fasilitas dan pulus dari Negara (baca: uang rakyat) bakal mengalir ke kantong sebagai ganti jerih payah selama mengabdi nantinya. Tapi tak ada makan siang yang gratis, rakyat memilih karena percaya bahwa anda akan bisa berbuat banyak untuk masyarakat, percaya bahwa anda akan mampu memperjuangkan nasib mereka.  Pastinya harapan masyarakat  untuk perubahan yang lebih baik ada ditangan anda-anda , wakil rakyat.

Noblesse Oblige, dibalik suatu jabatan atau tanggungjawab ada kehormatan yang harus dijaga. Sebuah ungkapan yang sarat makna bagi Wakil Rakyat yang telah dipercaya dan diberi mandat untuk memperjuangkan nasib dan kesejahteraan masyarakat.  “Yang Terhormat Bapak/Ibu Anggota Dewan Perwakilan Rakyat”  akan kerap menyapa dan melekat selama 5 tahun kedepannya, tentu predikat atau gelar  terhormat tersebut menjadi layak untuk disandang, manakala tugas, fungsi dan tanggungjawab sebagai wakil rakyat memang dijalankan sepenuh hati dan berintegritas. Untuk itu “Kebenaran & Keberanian” mutlak dimiliki oleh para wakil rakyat untuk berjuang di Parlemen. Bicara tentang kebenaran, Filsuf Aristotes adalah teladannya. “Amicus Plato, sed magis amica veritas; Plato adalah sahabat saya, tetapi saya lebih bersahabat dengan kebenaran” (Sahat – Pimpred Majalahmataborneonews.com)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *