Kabar DaerahLandakWisata & Budaya

Ritual Balala’ Tamakng Siap Dilaksanakan di Ngabang, Pengurus Adat Minta Patuhi Pantangan

Persiapan Balala’ Tamakng dengan Ritual Tutuk Saka oleh Pengurus Adat Binua Ayo Tangah

Majalahmataborneonews.com, Ngabang – Jelang pelaksanaan ritual adat balala’ tamakng di wilayah Kecamatan Ngabang, Kabupaten Landak Provinsi Kalimantan Barat yang akan mulai pada Jumat 27 Mei pukul 18:00 WIB dan selesai pada Sabtu 28 Mei pukul 18:00 WIB, para pengurus adat mulai lakukan persiapan.

Menurut salah satu pengurus adat Paulus yang merupakan seorang Timanggong binua Ayo Tangah Kecamatan Ngabang mengungkapkan bahwa persiapan sudah dilakukan di masing-masing wilayah adat termasuk binua Ayo Tangah yaitu dimulai pada acara naik dango dimana dilakukan pertemuan untuk pelaksanaan ritual adat balala’ di tiga Kabupaten yaitu Kabupaten Landak, Mempawah dan Kubu Raya.

“Setelah itu ditindak lanjuti di tingkat Kecamatan pada Senin 16 Mei 2022 di Balai Dusun Ria Sinir, kemudian saya selaku Timanggong Binua Ayo Tengah Menindaklanjuti lagi dengan melakukan sosialisasi kepada masyarakat pada Sabtu 21 Mei 2022 di Aula Polsek Ngabang dan disepakati ritual adatnya dilaksanakan pada hari ini (red. Jumat 27 Mei 2022),” ungkapnya.

Paulus menerangkan setelah pelaksanaan adat persiapan balala’ selesai pengurus adat binua Ayo Tangah akan melakukan pemasangan daun kelapa di setiap batas binua yaitu di batas binua Pantu, binua Kota dan binua Ayo Jaya sebagai bertanda bahwa adat balala’ sudah dimulai.

“Ada pun pelaksanaan balala’ tamakngnya itu dimulai Jumat pukul 18:00 WIB 27 Mei hingga Sabtu pukul 18:00 WIB 28 Mei 2022 besok,” terangnya.

Paulus juga mengimbau agar seluruh masyarakat yang tinggal di wilayah binua Ayo Tangah Kecamatan Ngabang agar mematuhi seluruh pantangan yang sudah disosialisasikan sebelumnya.

“Kami ingatkan ada 11 poin kesepakatan balala’ tamakng yang harus dipatuhi, dan ini tidak hanya berlaku untuk orang dayak tapi juga berlaku untuk semua orang yang berada di binua Ayo Tangah ini yang tergabung dalam wilayah Desa Hilir Tengah ini,” tegas Paulus.

Pemasangan Daun Kelapa Bertanda Ritual Adat Balala’ Akan Dimulai

Adapun hal-hal yang disepakati antara lain balala’ tamakng tidak boleh keluar atau bepergian, tidak boleh menebang kayu, tidak boleh membunuh hewan, tidak boleh menerima tamu terutama dari luar kampung atau binua, tidak ada lagi petugas pancalang.

Bagi agama muslim diperkenankan melaksanakan ibadah di masjid dengan pengecualian sound atau pengeras suara dikecilkan namun tidak boleh keluyuran atau bertamu ke rumah tetangga atau warga setelah ibadah.

Untuk tempat wisata, perhotelan, perusahaan, toko dan Alfamart tutup selama balala’ yang masuk pengecualian dalam balala’ dapat bertugas untuk melaksanakan.

Aktifitas kerja antara lain yang boleh bertugas yaitu TNI-POLRI, BPBD, SATPOL PP, SATPAM, wartawan, nakes, dan petugas PLN.

Khusus Bank dan CU tetap buka tapi tidak untuk menerima nasabah.

Selain itu dalam hal kemanusiaan dan bencana serta musibah disaat balala’ boleh mengutamakan keselamatan atau pemakaman.

 

Penulis : Tullahwi
Editor : Sahat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *