Tolak PP Kenaikan Pajak, Pengusaha dan Nelayan Gelar Unjuk Rasa

Majalahmataborneonews.com, Sambas – Ratusan nelayan memakai mantel berunjuk rasa di tengah guyuran hujan di halaman Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Pemangkat, Desa Penjajab, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat, Senin (27/9/2021).

Ratusan nelayan yang berkumpul ini dari berbagai daerah di Sambas tersebut datang ke PPN Pemangkat membawa bendera merah putih dan spanduk, salah satunya bertuliskan, ‘Nelayan Jangan Jadi Kelinci Percobaan Pemerintah’.

Aksi unjuk rasa itu adalah merupakan penyampaian aspirasi nelayan Sambas menolak Peraturan Pemerintah Nomor 85 Tahun 2021, tentang Jenis dan Tarif Atas Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).

“Kenaikan PNBP itu sangat memberatkan. Kisaran 150 sampai 400 persen. Kalau berdasarkan PP Nomor 75 yang lama, usaha kami ini sudah seret sekali,” kata pengusaha perikanan Pemangkat, Atong.

Atong mengatakan, pengusaha perikanan dan perkapalan sangat diberatkan atas kenaikan PNBP tersebut. Sebab, kata dia, hasil tangkapan nelayan menurun hingga 50 persen belakang ini. Kemudian, diperparah lagi dengan biaya perbaikan kapal dan pemeliharaan alat tangkap yang melambung tinggi.

“Jika PP 85 ini tetap berlaku, maka kami sepakat untuk tidak mengurus perpanjangan perijinan. Sebab kami tidak mampu,” ujarnya.

Atong menyampaikan, sebagian besar kapal tangkap ikan miliknya akan habis masa berlaku mulai Oktober sampai Januari 2022. Jika tidak diperpanjang, maka ada ratusan nelayan yang terancam kehilangan pekerjaan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *