Nakes Tangani Pasien Covid-19 Butuh Pendampingan Psikolog

Majalahmataborneonews.com Sintang-
Berbagai ketidakpastian serta banyaknya berita duka yang terjadi selama masa pandemi Covid-19 membuat kesehatan jiwa seseorang rentan tertekan.

Dokter spesialis jiwa yang bekerja di Rumah Sakit Ade M Jeon Sintang, dr Yohanes, SPJ mengatakan secara psikologis pandemic ini sangat berpengaruh kapada masyarakat.

Pandemi Covid-19 yang berlangsung hampir dua tahun ini mengakibatkan orang tidak dapat beraktivitas normal, sehingga akan ada stressor, selain itu kondisi ekonomi menurun, penghasilan menurun sementara pengeluaran tatap.

“ Orang-orang yang sakit covid-19 ini akan terjadi tekanan karena harus bertahan sendirian, sehingga ada ke khawatiran tersendiri sehingga ini menjadi kecemasan,” ungkapnya, Selasa (13/9).

Menurut dokter Yohanes pihaknya menemukan ada pasien yang mengalami ganguan tidur hingga depresi karena sakitnya sudah lama, mula mula khawatir lama lama menjadi depresi.

“ Ada beberapa pasien yang sudah dirawat berkonsultasi ganguan tidur, beberapa pasien mengeluh bahkan setelah divaksin mereka malah muncul ketakutan, banyak pasien saya merasa kecemasan,” ungkapnya.

Dalam mengatasinya dokter Yohanes menyarankan perlu meningkatkan kepercayaan diri, bila merasa ada yang berbeda segera berobat jangan di pendam sendiri yang justeru menimbulkan kecemasan.

Saat ini tekanan psikis tidak hanya dialami oleh pasien, kondisi ini juga terjadi pada tenaga kesehatan yang bertugas dalam penanganan Covid-19.

Dukungan penuh harus diberikan kepada tenaga kesehatan untuk mengurangi beban mereka. Pendampingan psikolog ataupun psikiater bisa diberikan di setiap fasilitas kesehatan. Selain itu, pemerintah juga perlu memastikan keamanan serta keselamatan petugas kesehatan terjamin.

Penulis: Sus
Editor: Redaksi
 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *