Ketua DAD Landak Apresiasi DAD Kecamatan Air Besar Dalam Membuat PERDAD

Ketua DAD Landak Apresiasi DAD Kecamatan Air Besar Dalam Membuat PERDAD
Ketua DAD Landak bersama Forkopimcam Air Besar Menghadiri Sosialisasi PERDAD.

Majalahmataborneonews.com, Air Besar – Dewan Adat Dayak Kabupaten Landak menghadiri sosialisasi peraturan Dewan Adat Dayak (PERDAD) di wilayah Kecamatan Air Besar, Senin (06/09/2021).

Dilaksanakannya Sosialisasi PERDAD ini adalah salah satu bentuk Regulasi yang sebelumnya telah disusun dan ditetapkan oleh Ketua DAD Kecamatan Air Besar melalui Forkopimcam dan kesepakatan dari Kepala Desa dan Timanggong Binua Kecamatan Air Besar pada tanggal 15 April 2021, Ucap Paulus Ketua DAD Kecamatan Air Besar.

Hadir dalam acara tersebut Ketua DAD Kabupaten Landak Heri Saman yang juga Ketua DPRD Kabupaten Landak didampingi pengurus DAD Kabupaten Landak Cahya Tanus, Margaretha, Forkopimcam Air Besar, oleh Manajer PT. HPI Argo, Timanggong Binua Air Besar, dan Ketua DAD Kecamatan Air Besar.

Ketua DAD Kabupaten Landak Heri Saman dalam sambutannya menyampaikan ucapan terimakasih kepada Ketua DAD Kecamatan dan Forkopimcam yang sudah membuat regulasi PERDAD bersama pihak perkebunan.

“Regulasi ini adalah terobosan yang inovatif untuk menentukan permasalahan adat di Kecamatan, baik perusahaan maupun masyarakat setempat guna menentukan efek jera bagi para pelaku yang dikenakan sanksi adat khususnya di perkebunan kelapa sawit agar tidak mengulanginya kembali,” tegasnya.

Dirinya menambahkan bahwa Kecamatan Air Besar menjadi contoh untuk Kecamatan lainnya, karena PERDAD ini dapat dilaksanakan sesuai peran masing-masing seperti Timanggong posisinya sudah jelas di lembaga adat Kabupaten.

Kapolsek Air Besar IPTU Murdiyanto dalam penyampaiannya menambahkan terkait apa yang telah ditetapkan dalam PERDAD Kecamatan Air Besar kiranya disampaikan kepada Kades dan perangkatnya sebagai acuan dan pedoman dalam menentukan adat sebagai efek jera bagi pelaku pencurian tandan bua sawit.

“Untuk itu perlu adanya kesepahaman antara pihak perusahaan dengan masyarakat, dengan saling membantu dalam menciptakan situasi kamtibmas baik di lingkungan perusahaan maupun di masyarakat serta seringnya dilakukan sosialisasi terkait masalah perkebunan kelapa sawit,” terang Kapolsek.

 

 

Penulis : Tim Liputan

Editor : Tullahwi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *