Stok Oksigen di RSUD.Ade.M.Djoen Sintang Kritis

Majalahmataborneonews.com Sintang-
Direktur Rumah Sakit Ade M Joen Sintang dr Rossa Trifina menyatakan, diperlukan sedikitnya 110 tabung oksigen perhari untuk pasien covid-19 dan pasien lainya, dengan pasokan yang ada saat ini hanya mampu bertahan dua hari saja.

“ Dengan 36 pasien saja kita perlu 110 tabung, dengan kondisi saat ini kita prioritaskan pasien yang ada di ICU dulu, pasien yang sudah dapat dilatih bernafas kita akan maksimalkan fungsi pernapasanya,” katanya.

Rosa juga menyatakan kondisi kekurangan Oksigen memang selalu dikhawatirkan namun kebutuhan oksigen ini didatangkan dari Pontianak sehingga sulit mengatasinya karena tidak ada alternatif lain.

“Kita merawat pasien semampu kita dengan pemberian obat standar, Saya berharap tidak ada lonjakan, kalau memang emergensi sekali maka kita rujuk saja ke Pontianak,” katanya.

Rosa juga mengatakan sampai saat ini RSUD Ade M Joen Sintang merawat pasien covid-19 antara 30 hingga 40 pasien perhari, jumlahnya relatif stabil namun fatalitasnya tinggi setiap hari selalu ada pasien covid-19 yang meninggal.

Salah satu keluarga pasien yang tidak mau disebutkan namanya meminta agar Dinas Kesehatan fokus untuk memenuhi kebutuhan rumah sakit demi keselamatan pasien yang sedang dirawat.

“Kami mau pemerintah peduli terhadap kondisi fasilitas rumah sakit, apalagi berkaitan dengan oksigen, jangan hanya sibuk bicara mengatasi pandemi, sementara di rumah sakit saja oksigen kosong dibeberapa kasus pasien meninggal saat dirawat di Rumah Sakit karena tidak adanya fasilitas, oksigen saja tidak mampu diatasi apalagi wabah Covid-19, “ ujarnya.

Penulis: Sus
Editor: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *