Oksigen Untuk Pasien Covid-19 di RSUD Sintang Kritis Jangan Ada Penimbunan

Majalahmataborneonews.com Sintang-
Ketersediaan oksigen untuk pasien COVID-19  di RSUD Rujukan Ade M Djoen, Sintang sudah Kritis. Padahal saat ini ada 30 pasien COVID-19 yang menjalani perawatan di RSUD Sintang , 9 pasien kriteria kritis, 15 orang berat dan sisanya bergejala sedang.

Bagian Komunikasi dan Informasi Satgas Covid-19 kabupaten Sintang Kurniawan berahap tidak terjadi kekosongan oksigen maupun obat obatan yang lama mengingat Oksigen menjadi  yang sangat vital dalam menyelamatkan masyarakat baik di Rumah Sakit maupun di Ruang Isolasi yang dibangun pemkab Sintang.

“ Sebelumnya pemerintah pusat menemukan  distribusi dan tata kelola oksigen ini terjadi indikasi penimbunan sehingga saat ini distribusinya diperketatlah, padahal kebutuhan oksigen ini mendesak apalagi dirumah sakit,” ungkapnya, kamis (22/7/2021).

Untuk itu Kurniawan berharap para pengusaha penyedia jasa oksigen diminta tidak melakukan penimbunan yang menyebabkan pelayanan kesehatan terkendala.

“Kondisi saat ini memang ada bahan baku oksigen yang terhambat distribusinya, kondisi kesulitan oksigen ini memang terjadi se Kalbar,” tambah Kurniawan.

Sementara salah seorang sopir distributor oksigen Ali menyatakan saat ini kondisi oksigen di Pontianak memang sedang sulit sehingga harus mengantri dengan beberapa kabupaten lainya, dan penyedianya saat ini hanya ada dua perusahaan saja.

“ Kami kalau mengambil oksigen dari pontianak langsung di ecer ke rumah sakit dan klinik dan tidak disimpan di gudang, kondisinya saat ini sedang sulit kami tidak mau ambil resiko dikira sebagai penimbun oksigen,” kata Ali.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat, Harisson mengungkapkan, terjadinya kelangkaan tabung oksigen  di Kalbar ini disebabkan oleh sumber suplai oksigen yang terbatas dan hanya mengandalkan pabrik dari pulau Jawa.

 Harisson mengatakan  Gubernur Kalbar telah menghubungi menteri di Sarawak, Malaysia, meminta agar Kalbar  mendapat suplai oksigen dari Malaysia, dan telah disetujui.

Pihaknya berharap dalam beberapa hari kedepan sudah mendapatkan suplay yang nantinya akan disebar keseluruh kabupaten kota di Kalbar.

Penulis: Susi
Editor: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *