Prioritaskan Penanganan Covid di Desa, Kades : Sehat Itu Mahal!!

Majalahmataborneonews.com, Landak – “Di masa wabah Covid-19 seperti sekarang ini, mau tidak mau kita harus prioritaskan keselamatan warga dulu, oleh karena itu, saat ini kami selaku pengurus desa berupaya semaksimal mungkin membantu warga kami dalam hal pemenuhan sarana pencegahan untuk memutus penularan virus, seperti menyediakan masker serta tong-tong untuk cuci tangan di beberapa tempat layanan publik” ujar Kades Angkayar  yang bernama Aton ini di tengah kesibukkannya mengepak dus-dus masker yang akan dibawa ke desanya untuk didistribusikan kepada warganya di dua dusun. Pada Minggu (11/7/2021) di Ngabang.

Dijelaskan oleh Aton, saat ini desanya telah menyiapkan 285 kotak masker dan segera akan dibagikan kepada warganya di dusun Behe Reog dan dusun Lumar. Sementara untuk sarana cuci tangan berupa tong fiber telah di distribusikan ke 4 gereja dan di kantor desa.

“Masyarakat desa kami kesadarannya dalam hal upaya pencegahan cukup baik hingga saat ini” ujar Aton.

Terkait dengan vaksinasi, diakui oleh Aton, bahwa warga desanya mayoritas belum memperoleh vaksinasi dikarenakan keterbatasan distribusi vaksin. Namun Ia menyakini bahwa warganya dipastikan siap divaksin jika memang telah tersedia vaksinnya.

“Memang yang namanya masyarakat tentunya ada juga yang pro dan kontra terhadap vaksin, namun jumlahnya hanya segelintir orang saja, untuk itu kita berupaya memberikan pemahaman kepada yang bersangkutan terkait pentingnya vaksinasi guna memperkuat kekebalan tubuh kita terhadap virus” ujar sang Kades.

Aton selaku Kepala desa, selain berupaya mengajak warganya untuk mematuhi prokes, maka Ia terlebih dahulu meminta para stafnya dan pengurus desa seperti anggota BPD, Tokoh Adat, Tokoh Agama untuk terlebih dahulu memberikan contoh dan tauladan kepada masyarakat dengan cara memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan di manapun dan kapanpun.

“Kita sebagai pemuka masyarakat harus memberikan contoh dan melaksanakan prokes dengan kesadaran yang penuh tanggungjawab. Bagaimana kita mau meminta orang lain atau warga untuk mematuhi sebuah aturan, jika kita selaku pemimpin atau yang di tokohkan tidak memberi contoh yang baik terlebih dahulu. Oleh karena itu, mulai dari diri kita, orang terdekat kita, barulah menunjukkan kepada warga serta meminta mereka untuk meniru kita” tegas Aton.

Di tempat yang sama, RICHY, SH camat Kuala Behe menjelaskan bahwa vaksinasi massal yang telah digelar di kecamatan disambut warga dengan animo yang cukup tinggi. Namun terkendala dengan masih kurangnya tenaga kesehatan, khususnya dokter.

“Untuk vaksinasi kendala kita memang kekurangan dokter, di Puskesmas hanya tersedia 1 dokter sehingga jumlah yang bisa divaksin tidak bisa banyak. Namun kita dari Satgas kecamatan tetap berupaya untuk menggenjot vaksinasi ini” ujar RICHY. (Sht)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *