Vaksinasi Masyarakat Umum di Sintang Baru Capai 5 Persen

Majalahmataborneonews.com Sintang-
Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Sintang drg. Ridwan Tony Pane, mengatakan bahwa masyarakat umum di kabupaten tersebut baru 5 persen yang sudah vaksinasi.

Vaksin untuk tenaga kesehatan hampir mencapai target. Untuk pelayan publik sudah mencapai 87 persen untuk dosis pertama dan 30 persen untuk dosis kedua. Vaksin masyarakat umum, sasaran kami 203. 872 orang, yang sudah vaksin dosis pertama baru 5 persen dan vaksin dosis kedua baru 0,2 persen.

“Padahal kami sudah melakukan jemput bola. Semua pusksesmas kami gerakan untuk melakukan jemput bola,” ulasnya.

Lebih jauh dia katakan bahwa
14 kecamatan yang ada di Kabupaten Sintang sudah terpapar covid-19.

“Spesimen yang sudah kita periksa sebanyak 12. 468, yang positif 2. 474, sembuh 2. 287, meninggal 163 orang. Yang sedang dirawat saat ini ada 44 orang yang tersebar di rusun rumah sakit, gedung diklat dan isolasi mandiri di rumah. Soal tingkat kematian, Kecamatan Sintang tertinggi dengan 74 kematian, disusul Kecamatan Dedai dan Sepauk. Dalam hal terkonfirmasi, Kecamatan Sintang juga tertinggi dengan angka 1. 875 orang, kemudian Sungai Tebelian dan Sepauk,” beber drg. Ridwan Tony Pane.saat menghadiri Rapat Koordinasi dan Asistensi dari Polda Kalimantan Barat terhadap Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Berbasis Mikro di Kabupaten Sintang pada Jumat, (9/7/ 2021).

Lanjut dia Dinas Kesehatan juga membuat zonasi per kecamatan. Dari 14 kecamatan tidak ada yang zona hijau. Yang ada zona kuning dan orange. Pasien yang terkonfirmasi positif covid-19 lebih banyak wanita di semua kelompok umur. Tetapi yang meninggal justru kaum pria yang lebih banyak. Usia produktif 20 sampai 40 tahun yang paling banyak terkena covid-19. Yang meninggal banyak di usia lansia.

“Sementara persentase vaksinasi untuk lansia sangat rendah. Kami mohon bantuan semua tokoh untuk memberikan edukasi kepada kaum lansia untuk mau di vaksin. Vaksin untuk lansia, target kami 36. 789 orang, vaksin dosis pertama baru 8 persen, vaksin dosis kedua hanya 3,4 persen. Masih sangat jauh, padahal tingkat kematian paling tinggi dialami lansia,” kata Tony Pane.

Penuli: Sus
Editor: Kiki

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *