Sekolah Tatap Muka Sintang Batal Dibuka

Majalahmataborneonews.com Sintang – Yang semula direncanakan sekolah tatap muka pada pertengahan Juli 2021, lagi-lagi dibatalkan lantaran Kabupaten Sintang mendekati Zona Merah yang saat ini status kabupaten tersebut Zona Orange (zona resiko sedang) hal ini dikatakan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sintang Lindra Azmar saat dihubungi media ini Kamis, (8/7/2021).

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sintang mengeluarkan Surat Pemberitahuan kepada Kepala PAUD, TK, SD dan SMP se Kabupaten Sintang bahwa pelaksanaan belajar mengajar tahun ajaran 2021/2022 yang akan dimulai pada Senin, 12 Juli 2021, masih dilakukan secara daring (online) atau belajar dari rumah sampai pada waktu yang akan ditentukan kemudian.

Hal tersebut tertuang dalam Surat Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sintang Nomor: 420/2856/DISDIKBUD-A tanggal 8 Juli 2021 yang ditujukan kepada Kepala PAUD, TK, SD dan SMP se Kabupaten Sintang.

Surat tersebut tertuang dalam intruksi Bupati Sintang Nomor : 360/ 3202 / BPBD/ 2021 Tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Berbasis Mikro dan Mengoptimalkan Posko Penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) Di Kabupaten Sintang Untuk Pengendalian Penyebaran Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

Surat tertanggal 6 Juli 2021 tersebut dikeluarkan untuk menindaklanjuti Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 17 Tahun 2021 tentang Perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Berbasis Mikro dan Mengoptimalkan Posko Penanganan Corona Virus Disease 2019 di Tingkat Desa dan Kelurahan untuk pengendalian penyebaran Corona Virus Disease 2019,  dan memperhatikan Data Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat tentang Kategori Resiko Kenaikan Kasus Kabupaten/Kota Provinsi Kalimantan Barat pertanggal 4 Juli 2021 Zonasi Penyebaran Covid-19, Kabupaten Sintang berada pada Zona Oranye (Resiko Sedang) yang mendekati Zona Merah (Resiko Tinggi).

“Dasar dari intruksi tersebutlah wacana pelaksanaan proses belajar mengajar Tahun Ajaran 2021/2022 yang dimulai tanggal 12 Juli 2021,sekolah tatap muka di kabupaten Sintang di batalkan hingga batas waktu yang belum dapat ditentukan,” ujar Lindra.

Dalam intruksi tersebut kata Lindra Azmar Pelaksanaan sebagaimana pada huruf A, sampai dengan huruf C diatas, dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan secara lebih ketat dan pengaturan waktu kerja secara bergantian

“Pelaksanaan kegiatan belajar mengajar di sekolah, Perguruan Tinggi, Akademi, Tempat Pendidikan, Pelatihan dilakukan secara daring atau online,” tegasnya.

Sebelumnya Bupati Sintang usai melantik 4 orang Pejabat Tinggi Pratama pada Jumat, 2 Juli 2021 lalu menyampaikan bahwa persiapan belajar tatap muka masih on the track.

“Soal kondisi zona merah di Pontianak dan persiapan pembelajaran tatap muka, untuk Kabupaten Sintang tetap on the track. Sesuai arahan Presiden, yang bukan zona merah tetap melaksanakan belajar tatap muka, dua hari dalam seminggu, dua jam dalam sehari pembelajaran. Kecuali, tiba tiba Sintang masuk zona merah, maka akan kita hentikan lagi belajar tatap mukanya. Tapi yang pasti, kalau Pontianak zona merah, maka akan berpengaruh terhadap semua ibu kota kabupaten kota karena konektivitas dan mobilitas warga. Kalau Sintang masih zona kuning atau orange, proses belajar tatap muka tetap on the track. Kan hanya 2 hari seminggu dan 2 jam per hari,” terang Bupati Sintang saat itu.

Jauh hari sebelumnya, Jajaran Pemerintah Kabupaten Sintang yang dipimpin oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Sintang Yosepha Hasnah, memimpin rapat persiapan pelaksanaan belajar tatap muka untuk satuan pendidikan PAUD hingga SMP Se-Kabupaten Sintang di Balai Praja Kantor Bupati Sintang pada Rabu, 16 Juni 2021 yang lalu. saat itu Pemerintah Kabupaten Sintang merencanakan untuk memulai proses belajar tatap muka pada Juli 2021 pada saat dimulainya tahun ajaran 2021/2022 dimulai dengan berbagai persyaratan yang ketat.

Salah satu siswa SMPN 2 Sintang Gyon mengaku kecewa dengan pemberlakuan tersebut , dia sudah rindu sekolah tatap muka karena selama ini sekolah daring menurutnya kurang efektif.

“Kecewalah gak jadi masuk sekolah tatap muka, padahal saya sudah nyiapkan sepatu, seragam ,sudah beli buku tulis baru , kami rindu sekolah , rindu ketemu kawan-kawan , pun kalau sekolah tatap muka itu bisa fress tidak seperti daring bosan,” akunya.

Hal senada dikatakan Roni di sekolah yang sama dirinya saat sekolah daring waktu banyak dimanfaatkan main game karena tidak ada kesibukan lain.

“Kalau sekolah tatap muka waktu banyak dimanfaatkan untuk kesibukan disekolah, tetapi kalau daring bosan waktu masih tersisa banyak hanya untuk ngegame aja,” katanya.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *