Satu Titik Api Terpantau Satelit di Wilayah Desa Tonang

Satu Titik Api Terpantau Satelit di Wilayah Desa Tonang
Personel Polsek Sengah Temila saat Mendatangi Lokasi

Majalahmataborneonews.com, Sengah Temila – Bhabinkamtibmas Polsek Sengah Temila Bripka Maryono memverifikasi satu titik api (Hotspot) yang tercantum dalam aplikasi lancang kuning, Selasa (22/06/2021).

Dalam pengecekan titik api tersebut Bhabinkamtibmas Polsek Sengah Temila bergerak dengan menggunakan sepeda motor dinas yang terpantau melalui satelit dan ditemukan satu lokasi lahan bekas terbakar sekitar 1 hektar, milik warga dengan inisial NI, warga Dusun Tonang Desa Tonang yang akan digunakan untuk berkebun dan api sudah padam.

Kapolsek Sengah Temila Ipda Yulianus Van Chanel mengatakan bahwa pemerintah saat ini konsen dalam menghadapi Kebakaran hutan dan lahan (karhutla), diimbau kepada masyarakat yang membuka lahan dengan cara kearifan lokal.

“Supaya memperhatikan hal-hal atau ketentuan sesuai Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 103 Tahun 2020 tentang Pembukaan Area Lahan Berbasis Kearifan Lokal, dan Peraturan Bupati (Perbup) Landak Nomor 36 tahun 2020 tentang tatacara pembukaan lahan pertanian berbasis kearifan lokal bagi masyarakat di Kabupaten Landak,” jelasnya.

“Sehingga diharapkan dengan adanya Pergub dan Perbup ini, maka bisa mengakomodir pembukaan lahan oleh masyarakat secara tradisional,” tambah Kapolsek.

Dijelaskannya bahwa membuka lahan untuk di tanami varietas lokal dan membuka lahan dengan cara membakar tidak lebih dari dua hektar per kepala keluarga,” jelas Kapolsek.

“Kemudian untuk menghindari merembetnya atau menjalarnya api agar membuat sekat bakar dan pada saat membakar supaya warga masyarakat bergotong royong untuk menjaganya serta jangan lupa lapor kepada kades setempat,” pungkas Kapolsek.

 

Penulis : Tim Liputan

Editor : Tullahwi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *