Kapolres Landak Akan Tindak Tegas PETI Dari Hulu Hingga Hilir, Usai Ungkap Pengepul Emas PETI

Majalahmataborneonews.com, Landak – Jajaran Polres Landak ungkap kasus Narkoba, Kepemilikan Senpi, Curanmor serta PETI, pada Mei 2021. Kasus-kasus yang diungkap disampaikan langsung oleh Kapolres Landak, Ade Kuncoro, dihadapan  para awak media melalui Press release, Senin (24/05/2021). Baca juga “PETI” Seperti Tom and Jery

Kasus Penambangan Emas Tanpa ijin (PETI) yang berhasil diungkap Satreskrim Landak, dengan tersangka (Sup), di dusun Tengkuning, desa Sepahat, kecamatan Menjalin. Merupakan kasus yang menjerat pembeli setingkat pengepul yang membeli dan mengumpulkan emas dari hasil pertambangan emas tanpa ijin untuk selanjutnya dijual kembali kepada pembeli yang lebih besar lainnya alias Tauke. Baca juga Dibalik Tambang Ilegal “PETI” Ada Tangis Pekerja & Tawa Tauke

Tersangka dijerat dengan pasal 161 Undang-undang RI Nomor 3 tahun 2020 tentang Perubahan atas Undang-undang RI nomor 3 Tahun 2009 tentang pertambagan mineral dan batubara, ancaman sanksi pidana penjara maksimal 5 tahun.

Kapolres Landak, Ade Kuncoro dalam keteranganya terkait kasus PETI mengungkapkan  akan menindak tegas para pelaku dari hilir hingga ke hulu. Tidak hanya para pekerja PETI, Cukong, penyuplai Mercury, Pembeli atau penampung Emas, Penyuplai mesin-mesin Dompeng, serta penyuplai BBM.

“Kita akan berupaya untuk memutus Supply dan demand dari aktivitas PETI ini, semua yang terkait dari Hulu hingga Hilir akan kita tindak, seperti yang diungkap kasus PETI kali ini adalah pembeli atau pengepul , akan dikembangkan  keterlibatan pelaku lainnya” ujar Kapolres

Aktivitas PETI selain merusak lingkungan dengan tercemarnya sungai, rusaknya hutan, serta dampak negative lainnya. Juga tidak memberikan nilai ekonomis yang menguntungkan bagi masyarakat sekitar dari aktivitas PETI.

“Karena mengakibatkan kerusakan lingkungan dan merugikan masyarakat banyak, maka jajaran Polres Landak akan berupaya menindak semua pelaku yang terlibat tanpa terkecuali” ujar Kapolres menjawab pertanyaan awak media terkait PETI di wilayah hukum kabupaten Landak, di mana selama ini penertiban PETI hanya menangkap pekerja tambang saja, tapi belum menyentuh pelaku lainnya seperti pembeli atau Touke Besar, penyuplai Mercury, penyuplai mesin Dompeng serta adanya Oknum aparat yang mungkin terlibat. (Sht)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *