Bersama TPID, Bupati Landak Bahas Harga dan Ketersediaan Kebutuhan Pokok

Bersama TPID, Bupati Landak Bahas Harga dan Ketersediaan Kebutuhan Pokok
Bersama TPID, Bupati Landak Bahas Harga dan Ketersediaan Kebutuhan Pokok

Majalahmataborneonews.com, Ngabang – Pemerintah Kabupaten Landak mengadakan rapat koordinasi bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dan Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalbar dalam agenda menjaga stabilitas harga dan ketersediaan barang kebutuhan pokok menjelang hari besar keagamaan nasional Idul Fitri 1442 H di Kabupaten Landak.

Kegiatan itu juga sekaligus penyerahan program sosial bantuan penanganan dampak COVID-19 dari Bank Indonesia kepada Pemuka Agama dan Penyerahan Token of Appreciation uang peringatan kemerdekaan RI Rp. 75.000 kepada Bupati Landak di aula kecil Kantor Bupati Landak, Rabu (14/04/2021).

Rapat koordinasi ini dilaksanakan sesuai dengan protokol kesehatan COVID-19 dan langsung dipimpin oleh Bupati Landak Karolin Margret Natasa dengan dihadiri langsung oleh kepala kantor perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Barat, Sekda Landak, Divisi Regional Forum Bulog Kalimantan Barat, Staf Ahli Bupati Landak, Asisten Sekda Landak, Kepala BPS Landak dan kepala OPD terkait.

Bupati Landak Karolin Margret Natasa menyampaikan bahwa diadakannya rapat koordinasi ini untuk menjaga stabilitas harga dan ketersediaan barang kebutuhan pokok menjelang hari besar keagamaan nasional (HKBN) Idul Fitri 1442 Hijriah di Kabupaten Landak dengan tujuan untuk melihat dan mengidentifikasi ketersediaan stok dan harga barang kebutuhan pokok di Kabupaten Landak

“Rapat Koordinasi Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) dalam rangka menyusun langkah strategis guna menekan tingkat inflasi yang tinggi dan ketidakstabilan harga yang menimbulkan dampak negatif bagi perekonomian daerah,” tukas Karolin.

Lebih lanjut Karolin juga menyampaikan ketersediaan pangan di Kabupaten Landak dari bulan Januari sampai dengan bulan April pada Minggu pertama tahun 2021 masih berjalan normal.

“Begitu juga kebutuhan bahan pangan per Minggu, neraca mingguan (surplus/defisit) dan harga bahan pangan, seperti beras, jagung, bawang merah, bawang putih, cabai besar, cabai rawit, daging sapi/kerbau, daging ayam dan bahan pangan lainya juga ada yang meningkat dan ada yang menurun, dilihat dari data yang kita dapatkan pada bulan Januari sampai dengan bulan April 2021 pada Minggu pertama,” jelas Karolin.

Tidak lupa Karolin memaparkan daftar perkembangan harga bahan pokok dan barang strategis lainya dari Bulan Januari sampai dengan bulan April 2021 yang ada di kabupaten Landak.

“Dari hasil survei yang kita lakukan di pasar harga bahan pokok dan barang strategis lainya dari Bulan Januari sampai dengan bulan April 2021, harga masih berjalan dengan normal, meskipun ada beberapa bahan pokok dan barang strategis lainya yang mengalami kenaikan dan penurunan harga, tetapi hal tersebut masih dikatakan normal,” terangnya.

Dirinya berharap semoga menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Idul Fitri 1442 H di Kabupaten Landak ketersediaan pangan tidak mengalami kelangkaan, sehingga harga bahan pokok dan barang strategis lainya tidak mengalami kenaikan harga yang begitu tinggi, karena dapat menimbulkan dampak negatif bagi perekonomian daerah.

“Dimana biasanya di hari besar keagamaan nasional akan terjadi lonjakan permintaan masyarakat akan kebutuhan bahan pokok dan barang strategis lainya yang biasanya menimbulkan kelangkaan pangan dan mengakibatkan kenaikan harga,” tutup Karolin.

 

Penulis : Tim Liputan

Editor : Tullahwi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *