Pasca Bom Makasar Polsek Sungai Tebelian Gelar Patroli Skala Besar

Majalahmataborneonews.com Sintang,
Pasca terjadinya ledakan bom di Gereja Katedral kota Makasar, jajaran Polsek Sungai Tebelian Polres Sintang meningkatkan kesiapsiagaannya, untuk memastikan situasi Kamtibmas di Kabupaten Sintang tetap kondusif.

Kapolsek Sungai Tebelian, Ipda J.E. Kusuma mengatakan, patroli skala besar ini sebagai bentuk kesiapsiagaan jajarannya untuk memastikan kondusifitas wilayah.

“Melaksanakan apel kesiapsiagaan dan Patroli Skala besar, menyasar Tempat Ibadah dan yang diikuti oleh Kanit Binmas, Aiptu Sartono Kanit Sabhara, Aipda Takdir. Kanit Intelkam, Aipda Haryadi Bhabinkamtibmas, Bripka Agus Setiyawan.Bhabinkamtibmas, Brigadir Bedi Dwi Ardiyan,” ungkapnya, Rabu (31/3).

Patroli skala besar yang dipimpin langsung Kapolsek Sungai Tebelian tersebut menyasar 7 tempat ibadah sembari memberi imbauan kepada warga masyarakat setempat.

“Walaupun dalam skala besar, namun dalam pelaksanaannya dilakukan secara dialogis, untuk mengetahui situasi kamtibmas ditengah-tengah masayarakat,” ucapnya.

Menurutnya, dalam kegaiatan patroli ini dalam upaya mencegah dan memastikan Kabupaten Sintang aman serta kondusif.

“Upaya pencegahan, agar apa yang telah terjadi di Makassar, agar tidak terjadi di Wilayah kita,” tandasnya.

Dalam Pelaksanaannya, masih terpantau landai, namun ini tidak mengurangi kesiapsiagaan dan kewaspadaan, untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan terjadi di Wilayah Hukum Polsek Sungai Tebelian.

Imbauan kepada masyarakat untuk tetap waspada, serta tidak terpancing atau terpengaruh dengan isu-isu oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab.

“Tetap waspada terhadap isu-isu yang tidak bertanggung jawab, yang sengaja menginginkan Situasi kamtibmas di Wilkum Polres Sintang tidak kondusif,” katanya.

Menurutnya, peran serta masyarakat sangat dibutuhkan, sehingga kondusifitas di wilayah hukumnya tetap terjaga.

Selain itu Kapolsek juga meminta kepada pihak Gereja untuk tetap menerapkan Protokol Kesehatan selama pelaksanaan ibadah dan selalu meningkatkan kewaspadaan pasca kejadian di Makassar dengan melakukan pengecekan secara ketat terhadap para jemaat yang akan melaksanakan ibadah.

“Kami Kepolisian mengucapkan bela sungkawa atas kejadian di Makassar dan terkait dengan beredarnya video dan foto terjadinya bom bunuh diri di Gereja Katedral Amanagappa Makassar agar pemuka agama baik pastor atau pendeta dapat membantu menyampaikan pesan kepada jemaatnya dan masyarakat untuk tidak ikut menyebar luaskan foto dan video tersebut dengan tujuan agar tidak menimbulkan rasa takut di masyarakat.”pungkasnya.(sus)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *