TMMD 110 Tingkatkan Taraf Hidup Masyarakat Batas Negeri

Majalahmataborneonews.com Sintang,
Kalimantan Barat merupakan salah satu daerah yang berbatasan dengan negara Malaysia, hal ini menjadi perhatian khusus bagi pemerintah yaitu untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat dan Membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka negara kesatuan Republik Indonesia. Hal ini sesuai agenda pemerintah Presiden RI Joko Widodo, yaitu Nawacita.

Untuk mewujudkan program tersebut TNI AD melalui program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) melaksanakan kegiatan yang dilaksanakan di wilayah perbatasan Indonesia Malaysia tepatnya di desa Pangkadan kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat.

Menurut Kapenrem 121/Abw Mayor Inf Supriyono bahwa TMMD ke-110 di wilayah Korem 121/Abw terdapat 2 wilayah yang melaksanakan TMMD reguler yaitu di kabupaten Landak dan kabupaten Kapuas Hulu.

“Untuk wilayah perbatasan RI-MLY dilaksanakan di kab . Kapuas Hulu yaitu di desa Tintin Kemantan, desa Hulu Pengkadan kec. Pengkadan dan desa Beringin kec. Hulu Gurung kab. Kapuas Hulu,” tuturnya pada media ini Selasa ,(16/3/2021).

Diketahui bahwa wilayah perbatasan RI-MLY begitu luas, sehingga kondisinya boleh dibilang sangat kurang bila di bandingkan dengan negara tetangga yaitu Malaysia, baik kondisi jalan, perekonomian, penerangan dll.

“Melihat potensi alam kab. Kapuas Hulu sungguh luar biasa yaitu berbagai komuditi unggulan baik itu sawit, karet, madu, keratom (tanaman obat) , ikan hias yang sangat mahal harganya yaitu Arwana. Dan juga terdapat danau yang cukup menawan, sebagai habitat asli ikan Arwana. Hal ini menjadi lebih istimewa di kab. Kapuas Hulu. Destinasi wisata yang menarik namun belum begitu populer. Untuk lebih menggerakkan perekonomian masyarakat dan juga mengeksploitasi sumber daya alam perlu perhatian khusus,
Semuanya itu perlu dapat dukungan berbagai aspek, infrastruktur sarana-prasarana. Sehingga pembangunan kawasan yang dimulai dari perbatasan akan terwujud. Maka sudah tepat bahwa untuk mempercepat pembangunan dilaksanakan TMMD didaerah perbatasan ini.”beber mantan Kasdim 1205/Sintang ini.

Disebutkanya kecamatan Pengkadan kab. Kapuas Hulu yang menjadi sasaran TMMD ini memiliki luas wilayah sekitar 505,07 km2 dengan jumlah penduduk 9.321 jiwa. Bila dibandingkan dengan jumlah penduduk dan luas wilayahnya, tidak sebanding, sangat luas sekali, sehingga pembangunan infrastruktur dan fasilitas lainnya masih boleh dibilang sangat kurang.

Hal ini sebagai pertimbangan Dandim 1206/Psb Letkol Inf Jemmy dalam memilih sasaran TMMD ke- 110. Dikatakan Dandim 1206/PSB yaitu,” Membuka akses jalan yang selama ini belum bisa dilalui yaitu dengan panjang 3,8 km, hal yang paling mendasar adalah akses transportasi yang masih terbatas. Kondisi jalan yang berisiko dengan jarak tempuh yang relatif lama menyebabkan warga kesulitan memasarkan hasil pertanian, perkebunan.

Jalan yang dibangun menghubungkan dusun Tintin Kemantan desa Hulu Pengkadan kec. Pengkadan menuju desa Beringin kec. Hulu Gurung, kata Dandim Putussibau.
Disamping membuka jalan juga dilaksanakan pembuatan jembatan kayu sebanyak 7 unit serta pembuatan gorong-gorong sebanyak 9 unit,” Jelasnya

Semenjak dibuka pada tanggal 2 Maret 2021 yang rencana dilaksanakan selama 30 hari, semangat baik personel TNI dan masyarakat sungguh luar biasa. Masyarakat sangat senang sekali dan semangat dengan adanya kegiatan TMMD ini, Karena masyarakat sangat membutuhkan jalan yang kita bangun ini. Jalan yang dibangun merupakan akses yang menghubungkan kedua desa yang ada di kec. Pengkadan.

Terpisah, Danrem 121/Abw, Brigjen TNI Ronny,S.A.P menegaskan, masyarakat memiliki peran cukup besar dalam pelaksanaan kegiatan TMMD, kemanunggalan TNI dengan rakyat sangat mutlak diperlukan, hal ini dengan harapan terciptanya semangat kegotong royongan  antara TNI dan rakyat.

“Kemanunggalan TNI  dengan rakyat telah terbina agar tetap dipertahankan hal ini menjadi modal utama dalam pertahanan negara. Saya sangat bersyukur semangat masyarakat Pengkadan sungguh luar biasa, bersatu bersama sama ikut serta dalam kegiatan membangun desa.
Kegiatan TMMD 110 tidak hanya dalam wujud pembangunan secara fisik, namun  juga kegiatan non fisik seperti penyuluhan, pembekalan wawasan kebangsaan dengan tujuan pembentukan karakter masyarakat,” jelas Danrem

Ada yang istimewa dari kegiatan TMMD yaitu diadakan nya lomba karya jurnalistik yang berkaitan dengan TMMD, lomba karya jurnalistik atau LKJ diadakan dengan 5 katagori yaitu Kapendam, Dansatgas, Kapenrem dan wartawan cetak/online dan wartawan media elektronik.
Dengan diadakan lomba LKJ untuk mempublikasikan kegiatan TNI manunggal Membangun Desa (TMMD) dan juga menggali ide- ide, gagasan yang kreatif, kritis dan inovatif.

Susianti yang juga merupakan wartawan dari media online majalahmataborneonews.com mengatakan LKJ program TMMD 110 merupakan salah satu upaya untuk mengembangkan ide-ide kreatif dan mendongkrak kinerja TNI AD dalam mengemban amanah untuk membangun negeri.

“Diadakan lomba karya jurnalistik ( LKJ) dalam kegiatan TMMD 110 ini, menjadi salah satu upaya untuk mengembangkan ide, gagasan yang kreatif, inovatif dan kritis, mendukung kinerja TNI AD dengan turut serta mempublikasikan kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD)ke 110 ini,”katanya.

Banyak potensi daerah atau wilayah yang mungkin masyarakat belum mengetahui atau mengenal, baik itu sumber daya alamnya, destinasi pariwisatanya, maka dengan adanya LKJ giat TMMD dapat mempromosikan, dapat memperkenalkan apa yang menjadi unggulan daerah tersebut.

Sejalan dengan Tema TMMD ke-110 kali ini, ‘ TMMD WUJUD SINERGI MEMBANGUN NEGERI”. Merupakan salah satu spirit tersendiri bagi prajurit TNI dalam mewujudkan masyarakat kec. Pengkadan kab.Kapuas Hulu menuju lebih baik lagi, lebih maju lagi. Ditambah dengan semangat dan antusias warga dalam bergotong royong untuk mewujudkan impian di wilayah perbatasan lebih baik. Pungkas wanita yang akrab di sapa susi ini. (sus)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *