Ketua IDI Sambas Harap Tetap Jaga Prokes Usai Di Vaksin

Sambas, Mata Borneo.

Seusai menjalani vaksin sinovac, Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kabupaten Sambas, dr. Ganjar Eko Prabowo, MM merasakan setelah 30 di suntik tidak merasakan gejala apa pun dan tidak ada efek samping. “Ya biasa-biasa saja, di suntiknya pun tidak terasa sakit. Jarumnya cuma 1 mili, jadi tidak ada keraguan, saya rasa aman-aman saja sampai sekarang,” jelasnya.

Sementara itu, dr. Ganjar Eko Prabowo menyampaikan, vaksinasi yang di gelar di Aula Bupati Sambas pada hari Selasa (02/02/2021) ternyata ada yang tidak bisa di vaksin. Karena di meja 2 di skrining ternyata ada yang Hipertensi (Darah Tinggi), Diabetes Miletus (Kencing Manis). “untuk yang tidak bisa di vaksin tadi akan di jadwalkan kembali, bagi mereka yang mau di vaksin seperti hipertensi dan kencing manis atau tekanan darah serta kencing manisnya terkontrol,” katanya.

Selain itu, dr. Ganjar Eko Prabowo mengingatkan bahwa mengenai Vaksin Sinovac menurutnya adalah aman untuk di gunakan. “Hindari berita hoax, berita bohong terkait vaksin sinovac yang kononnya itu berbahaya. Maka itu tidak benar karena saya sudah merasakan sendiri nyatanya tidak apa-apa,” imbuhnya.

Di jelaskan dr. Ganjar Eko Prabowo, Vaksin Covid-19 Sinovac adalah bagian dari ikhtiar. Karena selama Covid-19 melanda ekonomi menjadi runtuh, serta dunia pendidikan, parawisata bahkan sosial. “Maka dari itu, vaksin covid-19 yang di canangkan itu merupakan bagian dari memutus mata rantai itu dengan cara vaksinasi, karena vaksin sinovac itu ada 65% efikasinya berarti dari 100 orang yang di vaksin covid maka 65 orang itu sangat efektif,” ujarnya.

Selanjutnya, dr. Ganjar Eko Prabowo yang juga selaku Plt. Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Sambas berharap hasil dari launching vaksinasi covid-19 di Aula Bupati Sambas yang di ikuti oleh Bupati Sambas, Wakil Bupati Sambas, Forkopimda, Organisasi Profesi, Organisasi Keagamaan. “Mudah-mudahan kita tergolong 65% lagi dan perlu kita ingat juga karena kita tidak tau yang pembagian 65% atau 35%. Nah, kita tetap mengikuti protokol kesehatan seperti memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak dan menghindari kerumunan,” pungkasnya. (nop)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *