Guru di Sintang Terkonfirmasi Covid-19 Meninggal

Majalahmataborneonews.com, Sintang – Dunia pendidikan Kabupaten Sintang berduka Guru berstatus ASN di lingkungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sintang tutup usia pada Selasa (3/11/2020) pukul 14.29 wib.

Guru berjenis kelamin Wanita usia40 tahu n. Tersebut domisli di kecamatan Sintang dengan keluhan demam dari tanggal 19-10-2020 kemudian batuk pilek mulai tanggal 23-10-2020.

“Sudah dilakukan pemeriksaan laboratorium dan rontgen pada tanggal 28 oktober 2020 dan tanggal 31 oktober 2020,” beber Direktur RSUD Ade.M.Djoen Sintang Rossa Trivina kepada media ini Rabu (4/11/2020).

Kemudian, lanjut Rossa pada 2 Nopember 2020 pukul 20.30 wib pihak keluarga mengkonsultasikan hasil pemeriksaan laboratorium dan hasil pemeriksaan radiologi kepada dokter spesialis paru. dianjurkan untuk tanggal 3 November datang ke pinere RSUD untuk dilakukan pemeriksaan swab.

“Tanggal 3 November 2020 pasien datang ke Pinere IGD RSUD untuk dilakukan pemeriksaan swab. setelah dilakukan pemeriksaan pasien lemah dan merasa nyeri dada. istirahat. pasien memaksa keluarga untuk pulang dan tidak mau dibawa ke IGD untuk dirawat dan pemulihan,” tutur Rossa.

Lanjut Rossa ,di rumah pasien merasa lemah dan pingsan,kemudian pihak keluarga melarikan pasien ke IGD RSUD. pasien datang dengan keadaan umum lemah. tingkat kesadaran apatis. GCS 1 E 4 V. 5 M. 6 diagnosis Pneumonie Suspec Covid-l9.

“Hasil pemeriksaan swab pukul 14. 11 wib pasien positif terkonfirmasi covid-19 ,dan pasien meninggal dunia setelah hasil Swab PCRnya keluar pada pukul 14.29 wib,” ujarnya.

Memang kata Rossa almarhumah memiliki penyakit komorbit kencing manis dan typoid fever (demam tifoid)

“Almarhumah punya riwayat penyakit komorbit kencing manis dan typoid fever (demam tifoid),” kata Rossa.

Proses pemulasaraan jenazah dan pemakaman dllakukan sesuai dengan protokol covid-19 pada pukul 18.30 wib.

Sementara Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sintang Harydinto Linoh membenarkan meninggalnya Satu orang guru tersebut terkonfirmasi Covid-19.

“Betul memang ada kasus meninggal ke 2 konfirmasi positif Covid-19 ,kali ini guru asal kecamatan Sintang,” ulasnya.

Guru tersebut berstatus ASN, hanya saja kejadian ini diluar sekolah karena proses belajar mengajar masih daring belum mulai jadi selama ini tidak ada proses belajar mengajar. Pungkas pria berkacamata ini. (sus)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *