Bupati Sintang Serah Bantuan Sembako Di Perbatasan

Majalahmataborneonews.com,Sintang,- Bupati Sintang Jarot serahkan bantuan sembako secara simbolis kepada masyarakat kurang mampu di kawasan perbatasan yang belum tersentuh sama sekali oleh bantuan lainnnya dalam dampak covid-19.

Acara dihadiri Dandim 1205/Sintang, Letkol Inf. Eko Bintara Saktiawan, Anggota DPRD Provinsi Kalbar, Terry Ibrahim, Ketua DPRD Kab. Sintang, Florensius Roni beserta sejumlah Angggota DPRD Kab. Sintang, Kepala Pengelola Kawasan Perbatasan Kab. Sintang, Andon, Kadis Pekerja Umum Kab. Sintang Murjani, Kadis Perkim Kab. Sintang Zulkarnain dan sejumlah rombongan lainnya.

Bupati jarot mengatakan pihaknya berkerjasama dengan Dinas Sosial Kab. Sintang, BPBD Kab. Sintang, pimpinan dan sejumlah anggota DPRD Kab. Sintang dan juga dari salah satu Anggota DPRD Provinsi Kalbar.

Kepala Badan Pengelola Kawasan Perbatasan Andon menuturkan  yakni untuk masyarakat berupa beras 100 karung, mie instan 100 dus, minyak goreng 200 liter, gula dan kopi serta juga di serahkan bantuan untuk posko covid di Kecamatan Ketungau Hulu berupa mie instan 10 dus, beras 200 karung dan cairan disinfektan.

“Penyalurannya kalau untuk masyarakat itu yang Dinas Sosial punya, itu sama dengan proses bantuan lainnya, artinya disalurkan kepada masyarakat yang kurang mampu yang belum sempat di sentuh dengan bantuan pemerintah yang lainnya. Bantuan ini adalah insiatif yang kami ambil dari perbatasan, kami bersurat, barangkali di kecamatan perbatasan ada yang belum terakomodir oleh bantuan, ternyata memang banyak,” ucap Andon.

Bupati Jarot menambahkan dalam menangani dampak covid-19 dari segi ekonomi, pemerintah sudah menyalurkan bantuan jaringan pengaman sosial melalui sejumlah kriteria bantuan seperti PKH yang tadinya 150rb lalu di naikan menjadi 200ribu perbulan, Bantuan Pangan Non Tunai dari 150rb jadi 200 ribu di terima setiap bulan, BST 600ribu selama tiga bulan, ada bantuan beras dari Provinsi juga.

“Kalau masih ada yang belum dapat PKH, BPNT, BST, BLT, memerlukan lagi bantuan, jadi desa harus mendatanya bagi warga yang belum dapat sama sekali, ajukan melalui camat, dinas sosial, tembusan hingga ke saya, kami bantu, kira-kira gitu, jadi ndak boleh diributkan kalau ada yang belum dapat, karena bumper kita ini dua yakni BLT Desa untuk mencover yang dapat, lalu ada lagi bantuan dari Kabupaten.” Tambahnya (Ki)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *