Berlakukan New Normalisasi Covid 19 ,Ketua Fraksi PKB Sintang Minta Pemerintah Perhatikan Ponpes

Majalahmataborneonews.com Sintang,-
Partai Kebangkitan Bangsa (PKB)
meminta pemerintah memperhatikan pesantren di masa penerapan kebijakan tatanan hidup normal baru (new normal) saat pandemi COVID-19.

“Pemerintah juga harus memikirkan pesantren. Keselamatan santri, ustadz, dan kiai harus diperhatikan, pemerintah harus menyediakan alat rapid test dan alat kesehatan lainnya di pesantren,” kata Ketua Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) DPRD Sintang Kusnadi pada Media ini Jumat (29/5) pagi.

Pesantren merupakan komunitas besar yang rentan, maka pemerintah patut memberikan prioritas dalam pencegahan dan penanganan untuk menghadapi new normal.

“Sektor pendidikan dalam komunitas besar yang rentan seperti pesantren, patut diberi prioritas untuk rapid test dalam rangka new normal. Saya rasa itu lebih bagus daripada menggunakan rapid test ini secara acak yang tidak jelas arah dan targetnya,” katanya.

Perhatian tersebut diharapkan bukan hanya dari pemerintah kabupaten Sintang saja tetapi Pemprov dan Pempus.

Menurutnya, boleh dilakukan penerapan new normal asalkan penganggaran kebijakan Kabupaten Sintang untuk mengalokasikan pada Ponpes.

“Penanganan Covid-19 ini bukan hal yang mudah dan bukan hal yang main-main, maka Pemda Sintang agar memperhatikan new normal jika diberlakukan,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia pun mengapresiasi Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) yang telah menciptakan alat rapid test untuk mendeteksi virus corona SARS-CoV-2. Alat rapid test itu mampu memberikan hasil cepat dalam waktu sekitar 15 menit dengan tingkat sensitivitas 75 persen.

“Kita sangat apresiatif dengan alat rapid test buatan BPPT yang akurasinya sampai 75 persen dengan hasil dapat diketahui hanya 15 menit,” ungkapnya

PKB berharap pemerintah segera memproduksi massal alat rapid test tersebut, karena di pesantren sangat membutuhkan alat-alat kesehatan untuk menghadapi new normal, jangan sampai terjadi klaster baru.(sus)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *