Masa Depan Bangsa Ditangan Guru,Tak Ada Kompromi Untuk Kualitas Guru (Refleksi Hari Guru & HUT PGRI Ke-74)

Tanpa guru, kita bukanlah siapa-siapa, dan   tak ada satupun profesi formal didunia tanpa kehadiran seorang guru.  Para pahlawan tanpa jasa inilah yang mewarnai dunia dengan melahirkan berbagai profesi yang ada serta mendorong lahirnya generasi cerdas dan inovatif.  Seorang guru tidak hanya sebagai mediator dalam mentrasfer ilmu pengetahuan semata, tetapi juga menjadi tokoh sentral bagi tumbuh kembangnya para manusia yang menjadi peserta didiknya. Piawai dalam mentrasfer ilmu, menjadi motivator, bahkan mesti menjadi panutan.  Tak salah jika guru adalah profesi mulia, symbol pahlawan tanpa tanda jasa.

Begitu penting dan sentralnya peranan guru dalam kehidupan, karena ditangan  para guru inilah nasib suatu bangsa dipertaruhkan. Para guru inilah garda terdepan yang melahirkan  generasi pintar dan cerdas serta berintegritas yang nantinya menjadi penerus cita-cita bangsa. Jadi tak mengherankan, bila di Negara-negara maju profesi guru adalah profesi terhormat yang diisi oleh tenaga pengajar professional dengan kualitas dan kemampuan yang telah teruji keahliannya.

Sebagai bangsa yang besar, baik besar karena jumlah penduduknya, maupun besar wilayahnya. Sudah barang tentu, persoalan guru juga mewarnai potret pendidikan di Indonesia. Baik persoalan dalam hal jumlah yang hingga saat ini masih sangat kurang, maupun persoalan kualitas guru. Hingga saat ini diberbagai wilayah di Indonesia kekurangan tenaga guru diisi oleh tenaga honorer, baik yang diisi oleh pusat dengan program guru kontraknya, maupun dari dinas pendidikan daerah, bahkan diangkat oleh komite sekolah maupun oleh kepala sekolah. Kekurangan tenaga guru akan semakin terasa dimasa sekarang, karena ada ribuan guru yang akan memasuki usia pensiun. Dengan begitu banyaknya para guru yang pensiun, tentunya menjadi momentum tepat bagi pemerintah untuk membenahi kualitas para guru, yaitu melalui penerimaan formasi PNS untuk tenaga guru, tentunya penerimaan dengan standard dan seleksi yang ketat guna merekrut tenaga guru yang memenuhi kualifikasi dan kompeten.

Sementara Uji Kompetesi Guru yang telah dijalani oleh pemerintah untuk tenaga guru yang telah ada sangatlah baik dan berguna untuk memetakan kulaitas kemampuan guru yang ada. Dengan terpetakan kualitaas guru, tentunya akan mempermudah Pemerintah dalam hal ini Kementerian Pendidikan untuk mengawasi, membina dan melatih para guru tersebut sesuai dengan standard yang telah ditetapkan, tentunya standar yang dipakai hendaklah standar internasional.

Kualitas guru yang berstandar internasional menjadi keniscayaan, tiada lain karena dunia saat ini adalah dunia yang menglobal, hampir tiada sekat. Apalagi Indonesia telah menyepakati Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) yang membuka dan menyerahkan kepada pasar tenaga kerja  untuk berkompetisi di kawasan ASEAN. Indonesia memang membutuhkan banyak tenaga guru saat ini, namun persoalan kualitas guru haruslah menjadi pertimbangan yang  utama. Mengedapankan kualitas tentunya lebih penting daripada kuantitas, tak masalah bila butuh waktu untuk merekrut guru baru yang berkualitas, seraya melatih dan menambah ilmu guru yang telah ada. Ketimbang terburu-buru memenuhi kekurangan tenaga guru dengan kualifikasi yang pas-pas-an. Guru Indonesa baru haruslah yang berkualitas; kreatif dan inovatif dalam mengajar, mampu mendorong dan memotivasi untuk terus berkembang, menginsipirasi, kompetitif, berbudi pekerti luhur sebagai panutan. Tak ada kompromi untuk kualitas guru, karena  nasib generasi bangsa ini   ada ditangan mereka.“ Selamat Hari Guru  & Dirgahayu PGRI Ke-74”. ( L. Sahat Tinambunan)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *