OpiniCatatan Redaksi

BJ. Habibie Di Mata Romo Mangun “ Dalam Kenangan”

Sebagai bangsa kita kehilangan atas wafatnya BJ. Habibie,  Rabu (11/09/2019). Beliau tak hanya dikenal sebagai seorang teknorat yang ahli pembuat Pesawat, sebagai  mantan presiden ke-3  di Republik ini, Juga  seorang demokrat sejati (takkala Ia dengan kebesaran hati dan keberanian untuk disalahkan untuk memberikan hak Referendum kepada rakyat Timor-Timor ). Tetapi yang tak kalah pentingnya beliau adalah seorang yang sangat humanis, karena itulah rakyat Indonesia yang pluralis dengan berbagai suku dan agama menghormati, mengagumi  dan mencintai beliau.  Di balik rasa kehilangan itu, di mata dan hati rakyat Indonesia saat ini, BJ. Habibie adalah seorang Pahlawan yang patut untuk diteladani dan dibanggakan.  Kekuasaan dan kepintaran yang dimilikinya justru membuat Ia menjadi semakin humanis; Ia menyebarkan benih demokrasi yang sesungguhnya, memberikan keteladanan  dengan menyanyangi keluarga dan istri tercintanya “Ainun” yang terlebih dahulu wafat mendahuluinya. Ia bersahabat dan di terima semua kalangan.  Tak mengherankan bila rakyat Indonesia  saat ini merasa kehilangan salah  seorang Negarawan yang mampu mengayomi “Kebhinekaan “ ini.

Almarhum Romo Mangun, seorang Pastur (Imam/rohaniawan Katolik), Novelis, Essais, Arsitek jebolan Negara Jerman di mana Habibie juga pernah menimba ilmu pesawatnya. Di akhir hayatnya menulis  surat kepada BJ. Habibie (presiden RI,  kala itu)  dengan sebutan Mas Rudy, berikut kutipan suratnya (Kata-kata Terakhir Romo Mangun, 2014 : 74, Penerbit Kompas) :

Yogyakarta, 8 Februari 1999

Mas Rudy yang baik hati.

Semoga Damai, Rahmat, serta Berkat Tuhan selalu menggenangi hati Anda dan seluruh keluarga Anda. Semoga Kearifan Allah selalu menyertai Mas Rudy dalam tugas-tugas yang mahaberat sekarang.

Mas Rudy, saya hanya ingin mengucapkan banyak terima kasih dan penghargaan saya kepada Anda yang penuh keberanian dan visi luas demi hari depan memutus simpul Gordian  yang kelewat ruwet dalam masalah Timor-Timur. Demikianlah Anda menulis sejarah yang indah sesudah kegelapan masa lampau yang pasti akan dikenang sepanjang masa oleh rakyat RI serta Timor-Timur.

Selanjutnya sudilah memaafkan saya apabila saya terpaksa meminta perhatian Anda mengenai suatu hal penting yang pasti sudah Anda pertimbangkan matang, akan tetapi tidak ada buruknya saya kemukakan di sini. Yakni agar ABRI janganlah terlalu mudah mengambil jalan pintas dalam bentuk mempersenjatai kaum sipil…………………………..dstnya.

Maafkan keterbukaan saya.

Salam sahabat dan semoga Anda tetap sehat walafiat sempurna.

Herzliche Gruesze und Gottes Segen!

Sahabat lama,

(tanda tangan)

 

Y.B. Mangunwijaya.

 

Surat tersebut adalah surat terakhir Romo Mangun yang tak sempat diberikan secara  langsung  kepada BJ. Habibie, karena Romo sang pejuang Kali Code dan pecinta warga miskin itu keburu wafat dalam pelukan koleganya sang Budayawan Mohammad Sobary. Surat itu ditemukan di tasnya  dan menjadi wasiat terakhirnya untuk sang Presiden yang juga temannya. Dibuku yang sama, ditulis juga jikalau Habibie mengakui telah melaksanakan amanah  surat itu. Sebetulnya tak hanya surat wasiat itu, jauh sebelumnya Romo Mangun juga telah menulis surat terbuka kepada Sang Presiden Bj. Habibie yang dimuat di Harian Kompas (Selasa, 11/08/1988).

Dari surat-surat sang Romo kepada Mas Rudy (Habibie,read) terlihat betapa Habibie yang berkuasa kala itu tetap terbuka dan bersahaja, bahkan mau melaksanakan amanah itu Karena memang sangat berguna bagi berjalannya demokrasi yang mengedepankan kepentingan rakyat banyak. Padahal masa Presiden Habibie  berkuasa  kala itu adalah masa sulit, masa proses transisi dari Orba ke reformasi. Terlihat jelas Ia tak berupaya untuk tetap berkuasa, tetapi lebih memilih menjadi perantara dan pintu bagi berjalannya proses demokrasi, hingga NKRI tetap ada hingga saat ini. Akhir kata, tak ada kata lain yang pantas untuk dikatakan, selain “Selamat jalan sang Negarawan,Sang Pahlawan, Bakti dan Karya Mu untuk Negara ini akan tetap abadi”. (By : L. Sahat Tinambunan)

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *