Uncategorized

Tertangkapnya Ketua DPRD Ketapang Dalam Penyalahgunaan Wewenang

Majalahmataborneonew.com,Ketapang,-  Ketua DPRD Ketapang Hadi Mulyono Upas, sebagai tersangka dalam kasus gratitifikasi dan penyalahgunaan wewenang terhadap pokok pikiran atau aspirasi dirinya sebagai anggota DPRD tahun anggaran 2017 dan 2018.

Politisi PDI Perjuangan itu diduga menyebabkan kerugian negara yang diperkirakan mencapai sebanyak Rp.4 M

Ketua tim penyelidik dari kejari,Monica mengatakan “ Setelah melakukan penyelidikan dan pemeriksaan terhadap 53 orang saksi, saksi ahli serta beberapa dokumen sebagai barang bukti, maka Ketua DPRD Ketapang kami tetapkan statusnya sebagai tersangka. Ini sesuai bukti permulaan yang cukup “.

Monita memaparkan, hasil penyidikan, tersangka diduga telah melakukan perbuatan yang melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf e atau Pasal 5 ayat (2) atau Pasal 11 Undang-Undang (UU) RI Nomor 31 tahun 1999 sebagaimana yang telah diubah dan ditambah dengan UU Nomor 20 tahun 2001 tentang perubahan atas UU Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 64 Ayat (1) KUHP.

Dia juga mengatakan, penetapan Ketua DPRD Ketapang sebagai tersangka merupakan awal dari penyidikan pihaknya terhadap kasus ini. Tidak menutup kemungkinan akan ada tersangka lain jika dalam penyidikan ke depan ditemukan barang bukti dan petunjuk lain.

Monica menerangkan, saat ini, tersangka belum ditahan, lantaran tidak memenuhi surat panggilan yang dilayangkan kejaksaan. Dalam waktu dekat, kejaksaan akan melayangkan surat pemanggilan lagi. Jika kembali tak hadir, maka akan dilakukan penahanan paksa. (Ki)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *