Uncategorized

Mawar Nyaris Terenggut Mahkotanya

Majalahmataborneonews.com Sintang,

Miris  Mawar salah satu pelajar di Kabupaten Sintang, nyaris direnggut mahkotanya oleh pria mabok, akibat peristiwa itu Mawar hingga saat ini mengalami trauma hebat,bukan hanya tindakan asusila yang dilakukan korban  bahkan handpone korban pun juga turut dibawa lari oleh pelaku yang diketahui bernama Kansen tersebut. Kejadian ini diketahui oleh pihak kepolisian setelah orang tua korban membuat laporan, pada Senin (29/7).lalu

 

Kapolres Sintang AKBP. Adhe Hariadi melalui Kasat Reskrim AKP.Indra Asrianto Saat dikonfirmasi media ini Jumat pagi membenarkan perihal tersebut. Dijelaskannya bahwa kejadian itu pada Minggu sekitar pukul 23.00 WIB, dimana korban sedang tidur di kamar kostnya sendirian yang berada di Jalan MT Haryono, Gang Damai.

 

“Pada saat itu, pintu kamar korban tidak dikunci, karena abang korban sedang keluar. Tersangka lalu masuk ke kost, melihat pintu korban tidak terkunci atau terbuka sedikit, pelaku lalu masuk dan langsung mematikan lampu kamar,” bebernya.

 

Setelah itu, kata Indra, pelaku menutup mulut korban dengan tangannya, sementara satu tangan lainnya menggerayangi badan korban. Korban pun langsung berteriak minta tolong.

 

“Pada saat itu ada salah satu warga sedang lewat di kost tersebut dan mendengar terikan korban, kemudian warga tersebut mencari suara teriakan korban dan mengarah ke kamar korban,” ungkapnya.

 

Kontan saja warga yang mendengar teriakan Mawar tersebut lalu mengetuk pintu dan menghidupkan lampu yang dimatikan oleh pelaku. Lalu dia melihat pelaku sedang menutup mulut dan menekan dada korban. Korban pun bangun dan memeluk warga tersebut meminta perlindungan dan pertolongan.

 

“Namun pelaku langsung melarikan diri. Tidak lama kemudian, abang korban datang dan mengejar pelaku, namun tidak dapat diketahui pelaku lari kemana,” ujarnya.

 

Dikisahkanya korban juga baru menyadari, bahwa handponenya turut dibawa kabur oleh pelaku. Setalah itu korban dan abangnya serta warga tersebut pergi ke Polsek Sintang Kota untuk mengadukan kejadian tersebut.

 

“Pada keesokan harinya, Selasa (29/7) orang tua korban datang dari kampung dan membuat laporan polisi ke Polres Sintang,” katanya.

 

Berbekal laporan tersebut ,lantas  Sat Reskrim pun langsung mengambil tindakan dengan minta keterangan korban, dan mengantar korban ke RSUD Sintang untuk dilakukan pemeriksaan VER, sementara anggota yang lainnya mendatangi TKP dan berkoordinasi dengan Polsek Sintang Kota untuk mengumpulkan saksi-saksi dan barang bukti.

 

“Pada Selasa (30/7) sekitar pukul 18.00 WIB, pelaku berhasil diamankan oleh Anggota Sat Reskrim Polsek Kota, kemudian Kanit Reskrim Polsek Kota  menghubungi Anggota Sat Reskrim Polres sintang,” terangnya.

 

Setibanya Anggota Reskrim Polres Sintang di Polsek Kota, kemudian anggota membawa pelaku ke Polres Sintang untuk diambil keterangan. Pada saat diambil keterangan, pelaku mengakui perbuatannya dan memberi tahu kepada petugas bahwa barang bukti berupa satu Handphone yang diambilnya disimpan di kontrakannya.

 

“Setelah itu petugas kita pergi ke kontrakan pelaku untuk mengambil BB tersebut,” terangnya.

 

Atas perbuatanya pelaku diganjar dengan Pasal 82  ayat (1) UU Nomor 17 tahun  2016 atas perubahan ke dua UU  Nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak dan Pasal 365  KUHP. (susi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *