Uncategorized

Dua Pekan Ops Pekat Polres Sintang Jaring 419 Kasus

Majalahmataborneonews.com Sintang,-
Kepolisian Resort (Polres)Sintang berhasil menjaring 419 kasus dalam Oprasi Penyakit Masyarakat (Pekat) Kapuas 2019 selama 2 pekan berlangsung dari 17 hingga 30 Juni 2019.hal tersebut terungkap dalam press release yang digelar Polres Sintang dan pemusnahan BB ,Selasa,(2/7).

Jumlah tersebut terdiri dari tujuh kasus target operasi, yakni perjudian, narkoba, miras, prostisusi, premanisme, petasan dan kepemilikan senjata tajam (Sajam).

Kapolres Sintang, AKBP Adhe Hariadi mengatakan, bahwa dari 419 kasus tersebut hanya 18 yang dibuatkan Laporan Polisi (LP) dengan jumlah tersangka 29 orang, terdiri dari 18 pelaku judi, 6 narkoba, 3 premanisme dan masing-masing satu untuk sajam dan prostitusi.

“Jadi sisa 401 kasus kita lakukan pembinaan, karena metode pelaksanaan operasi Pekat ini yaitu penindaakan, proses penyidikan dan pembinaan,” Ungkap Kapolres.

Kapolres juga mengatakan, adapun yang dilakukan pembinaan dari 401 kasus tersebut terdiri dari Sajam 41 orang, prostitusi online 127, premanisme 130, perjudian 2, Miras 93 dan petasan 8. Sementara untuk BB terbanyak, yaitu Miras.

 

“BB terbanyak dari Operasi Pekat ini yaitu Miras, dimana terdapat 500 liter dan 218 kampel arak, serta 385 botol bir. Semua BB itu didapat dari pengungkapan kasus Polres Sintang dan seluruh Polsek yang ada,” jelasnya.

Kasatpol PP Dan Damkar Kabupaten Sintang,Martin Nandung mewakili pemkab Sintang mengapresiasi kinerja Polres Sintang pada Ops Pekat Kapuas 2019.

“Saya atas nama pemerintah daerah memberikan apresiasi kepada Polres Sintang dalam pelaksanaan operasi Pekat ini dengan peningkatan yang sangat signifikan kita berharap kegiatan operasi seperti ini tidak hanya dilaksanakan pada momen-momen tertentu tapi terus kita laksanakan bersama terus menerus,melakukan pemberantasan dan mengurangi berkembangnya penyakit masyarakat desa di Kabupaten Sintang.

Berkaitan dengan belum adanya Perda yang mengatur peredaran minuman keras Pemda akan segera membahas bersama dengan DPRD ,” Mudah-mudahan dengan adanya Perda nanti lebih memudahkan pemerintah daerah dalam hal ini Satpol PP dan juga aparat keamanan TNI/ Polri dan aparat terkait lainya untuk melakukan operasi penertiban dan pemberantasan penyakit yang di masyarakat secara khusus di Kabupaten Sintang,”Ujarnya.

Dandim 1205/Stg Letkol Inf Rachmat Basuki yang turut hadir dalam pemusnahan BB tersebut mengatakan bahwa dalam operasi Pekat yang dilakukan Polres Sintang pihak Kodim 1205/Stg turut memback up giat tersebut dengan melakukan patroli dan rajia ,tujuan yang dilakukan pihak Polri untuk memerangi penyakit masyarakat di kabupaten Sintang. “Berkurangnya kriminalitas di kabupaten Sintang akan membawa dampak yang positif terhadap ketertiban di kabupaten sintang ,”ucap Dandim.

Kasi Intel Korem 121/Abw Kolonel Inf Trijoko Mengapresiasi yang setinggi-tingginya untuk Polres Sintang yang dalam kurun waktu 14 hari mampu menangani beberapa kasus.

“Kemudian kami dari Korem 121/Abw yang membawahi beberapa wilayah termasuk kabupaten Sintang ,terkait dengan penyakit masyarakat kami menekankan kepada jajaran kodim supaya dapat bersinergi dengan polres untuk menangani tindak kejahatan yang ada di Kabupaten Sintang

Dandenpom XII/1 Sintang Mayor Cpm Mujilan hal senada dikatakanya pihaknya sangat antusias dan mengapresiasi setinggi tingginya kepada Polres Sintang dan Jajaran dalam Ops Pekat yang sebelumnya memang sudah bekerja sama dengan kami Denpom dan hasilnya alhamdulillah dengan lancar dan cukup tinggi ,harapan kita kedepan seluruh warga dan masyarakat di kabupaten sintang ini untuk lebih sadar dan tidak melakukan kejahatan yang melanggar hukum ,mabuk mabukan,perjudian dan sebagainya sehingga kita harapkan situasi di kabupaten sintang aman dan kondusif sehingga seluruh warga dan rakyat melaksanakan kegiatan yang positif untuk ekonomi kehidupan keluarga yang lebih baik.’Katanya.(susi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *