Kabar Daerah

14 Orang Pasangan Tanpa Surat Nikah Dijaring Polisi


Majalahmataborneonews.com
Sintang,-
Dalam rangka Operasi Penyakit Masyarakat (Pekat) Kapuas 2019 Polsek Sintang Kota Polres Sintang menyisir beberapa titik tempat hiburan pada Minggu (23/6/19). Malam

Operasi Pekat tersebut menyasar
Miras, Narkoba dan Prostitusi serta aksi Premanisme. Hal tersebut bertujuan untuk memerangi penyakit masyarakat sekaligus menciptakan situasi yang kondusif saat pelaksanaan sidang perselisihan hasil pemilu tahun 2019 di Mahkamah Kontitusi.

Operasi yang dipimpin langsung oleh Kapolsek Sintang Kota Iptu Harjanto,beserta para Kanit dan sejumlah anggota melakukan razia di beberapa tempat seperti penginapan yang ada di Kota Sintang.

Titik yang disisir diantaranya warung-warung yang ada di Jalan Brigjen Katamso dan penginapan. Menurut laporan masyarakat di lokasi tersebut sering di jadikan aksi premanisme dan aksi prostitusi.

Hasilnya, petugas dapati tujuh orang laki-laki yang menurut laporan masyarakat sering melakukan aksi premanisme dengan identitas HRD (37), AVN (28), BDI (32), HNI (24), IIN (29), TRI (21), RHI (32).

Kemudian, tujuh orang perempuan yang menurut pengakuan sedang menunggu pria hidung belang dengan identitas MRI (22), SRI (32), VRA (33), HRA (27), WHI (37), NRM (26), FRD (34).

“Sebagian besar mereka merupakan warga Kabupaten Sintang dan sisanya berasal luar daerah bahkan ada dari luar Provinsi Kalimantan Barat. Setelah dilakukan pendataan dan pembinaan. Selanjutnya petugas membuat surat pernyataan tidak akan mengulangi perbuatannya lagi,” ungkap Iptu Harjanto.

Akhirnya ke 14 orang tersebut diminta meneken surat pernyataan untuk tidak mengulang kembali perbuatan ya.

“Ya surat pernyataan dipakai sebagai dasar bagi polisi agar kedepannya tidak akan mengulangi perbuatan yang sama. Apabila nanti kembali kedapatan melakukan perbuatan yang sama maka akan diberikan sanksi lebih tegas.”Tegas Kapolsek. (susi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *