Uncategorized

Stabilisasi Harga Bahan Pokok Pemkab Sintang Gelar OP


Majalahmataborneonews.com Sintang,-
Memasuki Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri 1440 Hijriah, Pemerintah Kabupaten Sintang menggelar operasi pasar (OP) di berbagai wilayah kabupaten itu OP ini digelar di 10 titik di Pasar, yakni di Pasar Pasar Raya Menteng, Pasar Sepauk Manis Raya, Batu Lalau, Mekar Jaya,Mati Hilir,Kajang Baru,Lundang Baru,Tertung,Mungguk Bantuk dan Kapuas Kanan Hulu Sintang. Tujuannya untuk menjaga stabilisasi harga bahan pokok.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan dan UKM Kabupaten Sintang mengungkapkan, OP ini digelar sejak 13 Mei dan akan berlangsung hingga 29 Mei mendatang. “Dengan OP ini kami harapkan bisa meredam lonjakan harga di pasar,” ucap Sudirman usai pembukaan OP pada Senin,(13/5) di Pasar Raya Sintang.

Pada OP tersebut komoditas yang dijual seperti Daging ayam beku,daging sapi beku, minyak goreng, telor,beras,gula pasir, tepung terigu, telur, bawang merah, bawang putih, elpiji dan kebutuhan lebaran seperti minuman kemasan,Susu cair, Harga komoditas tersebut dijual lebih murah dibandingkan harga pasaran.

“Gula pasir untuk dijual dengan harga Rp. 9.500 per kilogram, minyak goreng Rp. 11.500/liter, tepung terigu Rp.8.000/kg, daging ayam beku Rp.36.000 perkilogram ,daging sapi beku Rp.85. 000 per kilo gram ,Susu cair Rp.7000 per kaleng,bawang putih Rp.35. 000 per kilo gram,Bawang merah Rp.32.000 per kg dan elpiji 3 kg Rp 16.500 per tabung.

 

Sementara Bupati Sintang Jarot Winarno usai membuka secara resmi OP tersebut menyebutkan bahwa giat tersebut untuk stabilkan harga dipasaran Untuk saat ini issunya sejumlah komoditi dipasaran harganya naik semisal daging ayam,bawang putih dan sejumlah bahan pokok lainya yakni gas elpiji 3 kg.

“Jadi tujuan ya OP ini satu untuk membantu masyarakat pada saat ramadhan dan menyongsong idul fitri ,yang kedua menjaga stabilitas harga dengan digelar Op dapat mengerem kenaikan harga yang sewenang-wenang ,”ujarnya.

Meski demikian ada yang harus diperhatikan berkaca dari dua tahun lalu konsumsi daging beku masyarakat sangat kurang di Sintang ,tetapi mulai tahun lalu nampaknya sudah bagus meski daging beku tapi syarat keamananya ,kebersihan,sterilitas sudah bagus.Jika dibandingkan dengan harga daging segar dipasaran yang mencapai Rp.140 ribu dengan harga daging beku hanya Rp.80 ribu kan bedanya sangat jauh lumayanlah.

Dikatakan Jarot OP yang digelar sebenarnya dirasa masih kurang hanya saja masyarakat tak perlu kawatir dipenghujung ramadhan pihaknya bakal gelar OP khusus daging.”tinggal kita lihat stol kita berapa banyak lagi ,”pungkasnya.

Tak sedikit warga yang memanfaatkan keberadaan operasi pasar ini. Harganya yang lebih murah dibandingkan harga pasar, membuat mereka merasa senang dan terbantu. Nuryani, misalnya. “Sekarang apa-apa kan mahal. Nah adanya pasar murah ini sangat bermanfaat buat kita sebagai ibu rumah tangga. Harga minyak goreng 1 liter disini Rp. 11.500 , biasanya sampai Rp. 13-14 ribu per liter. Beras Rp.11 Ribu perkilogram ,Beras Komersil SSL Rp.10.500, perkilogram biasanya Rp. 12.500. Jadi bisa lebih hemat,” ujar Nuryani.

Selain bahan pokok berupa beras, minyak, gula dan tepung, saat ini warga juga banyak merasakan lonjakan harga yang signifikan terhadap beberapa komoditi seperti bawang putih, bawang merah, cabai, daging sapi, daging dan telur ayam broiler. Di beberapa lokasi terdapat perbedaan harga, khususnya pada daging ayam dan bawang putih. Misal harga ayam kampung di Pasar Junjung Buih terpantau di harga Rp. 80.000/kg dan ayam broiler Rp. 45-50.000/kg. Sedangkan di Pasar Masuka ayam kampung dibandrol Rp. 70.000/kg dan ayam broiler Rp 45.000/kg. Harga daging sapi di pasaran rata-rata sama, yakni sebesar Rp. 140.000/kg.
OP tersebut bekerja sama dengan Bulog dan PT.Pertamina Sintang.
(susi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *