Kabar Daerah

4 Warga Desa Di Kec.Pinoh Utara Terima Bantuan PKH

 

Majalahmataborneonews – Melawi Kementerian Sosial Republik Indonesia Melalui Dinas Sosial Kabupaten Melawi menyerahkan bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) Secara langsung  dan tunai yang diberikan kepada empat warga desa berhak menerima bantuan PKH di Kecamatan Pinoh Utara yakni desa Kompas Raya, Manding, Melawi Kiri Hilir, Natai Panjang. Bantuan ini disalurkan langsung oleh Bank Mandiri di dampingi oleh pendamping Sosial PKH kecamatan Pinoh Utara

 

Pendamping sosial Program Keluarga Harapan (PKH) Dinas Sosial Kabupaten Melawi A.Yani menjelaskan, untuk Penerima Bantuan Program Keluarga Harapan Belum ada kuota penambahan untuk tahun 2019 mengingat bantuan tersebut anggran dari pemerintah pusat sehingga Daerah sampai saat ini tidak mengusulkan dan seperti biasanya jika pun ada penambahan akan dimenggunakan data dari BDT (Basis Data Terpadu) Kemiskinan.

 

“ kita mengusulkan pun, jika tidak masuk pada peringkat terendah di Basis data terpadu (BDT) hasil PPLS yang dikelola oleh TNP2K  Badan nasional percepatan penanggulangan kemiskinan (BNP2K) sama saja tidak akan bisa karna mengingat hal tersebut pihak desa bahkan pendamping sekalipun tidak bisa menambahkan bahkan mengusulkan atau mengganti peserta PKH dengan Masyrakat miskin lainnya. Pendamping hanya melakukan validasi data awal untuk mengecek ada komponen atau tidak,” jelasnya.

Dikatakanya syarat kepersertaan PKH memiliki tiga komponen pertama kesehatan seperti ibu hamil/nifas anak Pra Sekolah, kedua komponen pendidikan SD/SMP/SMA, ketiga komponen kesejateraan sosial diuatamakan disabilitas berat serta lanjut usia mulai dari 60 tahun. “ Walaupun jumlah maksimum 4 orang setiap keluarga namun semua anggota keluarga wajib memenuhi komitmen dalam pemenuhan kewajiban keluarga mengingat bantuan PKH adalah Bersyarat seperti pemeriksaan kehamilan, kesehatan, menunjang pendidikan, pemeriksaan kesehatan lansia, disabilitas dan lain-lain, “ katanya.

 

Lanjut dia bagi yang tidak mendapatkan lagi bantuan PKH tersebut ada dua kemungkinan karna tidak lagi memiliki komponen sebagaimana di sebutkan di atas berdasarkan pemutkhiran data 3 bulan sekali yang dilakukan pendamping PKH dan telah berubah status Ekonomi sehingga tidak lagi terdata di BDT kemiskinan sehingga dapat mengajukan pengunduran diri secara suka rela yang disebut Graduasi mandiri. Untuk peserta PKH jika meninggal dunia dan dalam kartu keluarga (KK) masih terdapat anggota keluarga yang dikatagorikan sebagai komponen akan di ganti kepengurusanya kepada anak perempuan tertua dalam KK/suami/ahli waris yang masih sat ugaris keturunan.

 

“ Semakin banyak komponen yang terdapat dalam PKH tersebut maka semakin besar Nominal bantuan yang diterima, pada Tahap satu ada bantuan Tetap reguler setiap keluarga sejumlah Rp.550.000/tahun dan bantuan komponen bervariasi dari 900.000/Tahun untuk keluarga yang memiliki anak SD, smp 1,500.000/Tahun, SMA 2.000.000/Tahun dan Komponen Kesehatan (Bumil/Balita/Apras), Lansia,Disabilitas sebesar Rp.2.400.000/tahun dengan batas maksimal 4 Komponen yang dimiliki 1 Keluarga Miskin. Untuk empat desa yang kami koordinir sesuai data yang ada yakni desa kompas raya ada 38 peserta penerima, manding 67 peserta, melawi kiri hilir 41 peserta,sedangkan natai panjang 68 peserta, “ terangnya.

Dia berharap bagi peserta PKH yang menerima bantuan tersebut dapat memanfaatkan bantuan yang diterima dapat  sesuai penggunaan dalam penunjang pendidikan, kesehatan, perlengkapan sekolah, pemenuhan gizi, dan perawatan kesehatan lansia dan disabilitas seperti apa yang diharapkan kepada pemerintah agar sesuai dengan peruntukannya.(dika)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *