Kabar Daerah

Masuk Kategori Status Kinerja Kurang Sehat,PDAM Tirta Sintang Terus Tingkatkan Perbaikan


Majalahmataborneonews.com
Sintang,
Data 2017, menempatkan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Sintang berada di posisi 8 dari 14 kabupaten/kota se-Kalbar, dengan status kinerja kurang sehat.

Hal tersebut pun diakui Plt Administrasi dan Umum PDAM Tirta Sintang, Alfaiza Saputri. Bahwa ada dua faktor penilaian yang membuat pihaknya mendapatkan status kinerja kurang sehat tersebut.

“Pertama terjadi penurunan tingkat pengujian air pelanggan, kedua penurunan rasio biaya diklat pegawai terhadap biaya pegawai,” ujarnya.

Dua faktor tersebut, katanya sudah mulai diperbaiki setelah keluarnya data tersebut. Seperti pengujian air rutin dilakukan setiap hari. Danhasilnya akan diserahkan Kepala Unit setiap bulannya.

“Kita berusahalah untuk memperbaiki itu. Kalau dilihat dari biayanya memang besar, tapi kita tetap rutin memeriksa air. Karena kualitas air inikan berubah-ubah,” katanya.

Begitu juga dengan rasio biaya diklat terhadap pegawai. Dimana itu juga ditingkatkan, dengan mengirim pegawai pihaknya untuk mengikuti pelatihan-pelatihan dan lain sebagainya.

“Berbagai macam diklat, jadi intinya kita akan berusaha maksimal mungkin untuk memperbaiki itu semua secara berlahan agar kualitas semakin baik,” jelasnya.

Putri juga mengatakan, bahwa tak hanya dua itu yang dilakukan, namun berbagai peningkatan lain juga terus diupayakan, seperti pemeliharaan pipa dan peningkatan pelanggan.

“Kebocoran pipa memang kadang tak bisa kita hindari. Tapi kita upayana jaringan lama dan yang baru dan yang baru itu harus dimaksimalkan,” katanya.

Sementara itu, program percepatan 10 ribu pelanggan yang ditargetkan oleh Bupati Sintang, Putri mengatan itu juga terus dilakukan. Dimana data hingga 2019 ini sudah ada 8ribuan pelanggan.

“Untuk peningkatan pelanggana kita ada berikan bantuan proyek. Kita berikan diskon calon pelanggan, agar bisa lebih murah untuk pemasangan,” katanya.

Bantuan tersebut, dimulai sejak awal 2019 lalu, dimana ada beberapa lokasi yang mendapatkannya, diantaranya Sungai Ringin, Sungai Ana dan Gama Jaya.

“Alhamdulillah dengan itu lumayan. Per Januari kemarin dapat 100 pelanggan,”jelasnya.

Memang masih banyak Pekerjaan Rumah (PR) yang harus dilakukan PDAM Tirta Sintang. Tapi Putri menegaskan usaha terbaik tetap akan terus dilakukan.

“Mudahan tahun ini bisa tercapai 10 ribu pelanggan, sesuai target,” pungkasnya.

Sementara itu, Bupati Sintang, Jarot Winarno mengatakan, bahwa pihaknya simple saja, yakni kurangi angka kebocoran air dan tambah sambungan untuk pelanggan hingga 10 ribu.

“Sampai sekarang belum capai target itu. Kita harap ke depan bisa lebih baiklah,” kata Jarot.

Diakuinya, memang sekarang kontrol kuality air terus dilakukan. Sehingga kualitas air dapat terus ditingkatan, agar mendapat kepercayaan dari masyarakat.

“Kita bersyukur, karena IPA-nya dibangun melalui APBN. Jadi secara teknis sangat berkualitaslah,” terangnya.

Jarot juga menyayangkan, memang ada beberapa problem PDAM dari dulu sulit untuk diselesaikan, seperti tingkat kepercayaan masyarakat. Sehingga hal tersebut terkadang menjadi hambatan.

“Ketika PDAM belum bisa melayani dengan baik ke masyarakat. Masyarakat tidak percaya dan terlanjur membuat sumber air minum sendiri. Pakai pompa, pinguin dan lain sebagainya,” terangnya.

Tapi ketika PDAM sudah siap dengan jaringan dan kualitas yang lebih baik. Kepercayaan masyarakat juga masih belum tumbuh, hal itu dikarenakan tidak adanya kepercayaan yang dulu, sehingga mengikut hingga sekarang.

“Yang kedua dirasa harganya juga lebih mahal. Jadi pertumbuhan pelanggan baru, agak lambat. Makanya itu harus dicarikan solusi,” pungkasnya. (Susi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *