Kabar Daerah

Diduga Persoalan Internal Bermasalah DPRD Minta PLN Nanga Pinoh Harus Tanggung Jawab

Malin , Anggota Komisi C DPRD Melawi Frkasi PDIP

 

 

Melawi, Majalah Mata borneonews.com – Perusahaan Listrik Negara (PLN) wilayah Nanga Pinoh, Kalimantan Barat memadamkan listrik secara bergilir karena kurangnya pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) dari Pertamina.

 

 

Dalam surat yang dikeluarkan PLN, pemadaman bergilir bakal berlangsung hingga 19 Februari. Penyebabnya yakni ketersediaan BBM yang kritis pada unit pembangkit PLTD Sidomulyo. Dalam surat yang ditandatangani manajer PLN Nanga Pinoh Andrew Tobing Pada pada Selasa (12/02/2019).

 

 

Menanggapi peroslan tersebut Anggota DPRD Melawi Komisi C Fraksi PDIP Malin mengatakan, sebenarnya alasan ketiadaan stok bahan Bakar Minyak (BBM) bukan menjadi alasan mengingat zaman Now sekarang tidak ada lagi yang namanya alasan tidak memiliki BBM artinya jika PLN Rayon Nanga Pinoh dengan alasan tersebut akan jadi bahan terwaan orang.

 

 

” Orang naik sepeda motor ketika tidak ada bensi bisa di isi kok, BBM di tepi jalan, masak PLN seperti itu. Nah, apakah pasokan BBM dari PLN sudah bangkrut, atau artinya ada mis tata kelolah persoalan internal didalam PLN. Jika memang adanya persoalan tersebut harus adanya langkah cepat dari pihak pemerintah untuk melakukan pemantauan serius,  ” ujar Malin saat di hubungi Via seluler. Kemarin.

 

 

Menurut malin seringnya terjadi pemadaman listrik dan persoalan lainya terdapat posisi internal PLN Nanga Pinoh tidak beres karna adanya  sesuatu kurang berjalan dengan baik.  ” Yang jelas menurut saya ada persoalan di internal, Masak PLN Nanga Pinoh tidak bisa menghitung suplay BBM yang ada untuk wilayah ini.  Kalau mesin rusak atau meledak wajarlah. Nah, inikan permainan lama para elit – elit PLN.

 

 

Dikatakanya dengan adanya persoalan tersebut PLN Nanga Pinoh tidak memberi laporan kepada pemerintahan daerah hanya melapor ke direksinya mereka seharusnya diberikan perhatian khusus jika perlu harus dilakukan audit.

 

 

” PLN harus bertanggung jawab dalam persoalan ini. Jangan bikin alasan mengada – mengada yang memalukan,  tidak ada lagi pada zaman now ini persoalan seperti itu. Di daerah Papua saja bisa diangkut pakai pesawat, masak di Nanga Pinoh tidak bisa jika PLN tidak sanggup disuruh berhenti saja dari pada makan gaji buta,  ” katanya. (dika)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *