Head Lines News

Antisipasi Issu Dan Konflik Pemkab Sintang Gelar Dialog Bersama Linsek


Majalahmataborneonews.com
Sintang,-
Pemerintah Kabupaten Sintang melalui Kesbangpol gelar Dialog Komunikasi Sosial bersama seluruh elemen masyarakat dalam rangka antisipasi issu dan konflik di kabupaten Sintang pada Senin,(4/2/2019) di Balai Pegodai Kediaman Dinas Wakil Bupati Sintang.

Dialog dipimpin Wakil Bupati Sintang Askiman tersebut bersama forkominda,Kepala Kesbangpol ,tokoh masyarakat,tokoh agama,tokoh adad FKUB,MABT diakhiri dengan penandatanganan pernyataan sikap yang berisikan sebagai berikut:

Pernyataan sikap bersama masyarakat Sintang dalam menjaga stabilitas dan kondusifitas Kamtibmas di Kabupaten Sintang dengan rahmat Tuhan Yang Maha Esa pada hari ini Senin,( 4/2/2019).

 

“Kami forkopimda bersama tokoh masyarakat tokoh agama dan perwakilan elemen masyarakat Kabupaten Sintang dengan ini menyatakan sikap bersama sebagai berikut ,mengecam keras segala bentuk kegiatan perbuatan yang fitnah dan pernyataan provokatif yang dapat memicu terjadinya konflik sosial membangun komitmen bersama dalam menangkal dan melawan setiap bentuk provokasi serta upaya memecah belah persatuan dan persatuan bangsa saling menghormati dan menghargai perbedaan serta permasalahan di masyarakat guna terwujudnya kerukunan dan kedamaian mendukung tetap Teguh nya empat konsensus nasional landasan kehidupan bermasyarakat berbangsa dan bernegara menghormati mentaati dan mendukung upaya penegakan hukum dan peraturan perundang-undangan yang berlaku serta senantiasa menjaga persatuan dan kesatuan dalam kehidupan senantiasa menjaga persatuan dan kesatuan dalam kehidupan bermasyarakat berbangsa dan bernegara demi menjaga kedamaian dan ketentraman daerah atas kesadaran sendiri pihak panitia Cap Go Meh bersedia memindahkan semua lampion di Tugu Bambu dan Tugu jam ke tempat lain kedepan semua suku dan agama tidak boleh memasang simbol-simbol apapun di Tugu Bambu dan Tugu jam tersebut mulai hari ini seluruh postingan postingan yang berkaitan dengan lampion suku dan agama Sara dihapus mulai hari ini di larang adanya memposting ujaran kebencian atau provokatif di media sosial yang dapat memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa seluruh kesepakatan diatas apabila dilanggar maka akan dilakukan tindakan hukum sesuai peraturan perundangan yang berlaku di Kabupaten Sintang.”(sus)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *