Kabar Daerah

Rumah Singgah Untuk Orgil Mendesak Dibutuhkan

Majalahmataborneonews.com, Ngabang – Orang Gila (Orgil) sebutan untuk seseorang yang hilang ingatan atau sakit jiwa, merujuk pada Kamus Besar Bahasa Indonesia.  Semakin marak berkeliaran di kota Ngabang. Kehadiran Orgil di tengah-tengah masyarakat tentunya merupakan permasalahan sosial tersendiri yang butuh penanganan khusus dari  Pemerintahan Daerah setempat.  Orgil yang berkeliaran dijalanan umum dipastikan telah dibiarkan oleh pihak keluarganya dengan berbagai  alasan. Menangkapi Orgil  lalu memasukkan ke Rumah sakit jiwa, telah kerap dilakukan oleh instansi terkait baik oleh  Satpol PP – Dinas sosial dan Dinas kesehatan, namun setelah beberapa waktu, mereka dinyatakan cukup waras untuk dikembalikan ke pihak  keluarga, selanjutnya dipastikan akan kembali berkeliaran dijalanan. Berulang dari waktu ke waktu dan tak terselesaikan, bahkan jumlah Orgil semakin menambah.

Menurut petugas di Puskesmas Ngabang,  Tuti Rosdiana, jumlah Orgil yang dirujuk dan ditangani oleh pihak Puskesmas Ngabang lebih dari 40 orang pasien, selain berasal dari kecamatan Ngabang , juga dari kecamatan lainnya seperti Kuala Behe, Sengah Temila dan lainnya.

“Pasien sakit jiwa yang ditangani di Puskesmas Ngabang ini lebih dari 40 orang,  mereka telah menjalani perawatan di Rumah Sakit Jiwa Bodok, Singkawang. Selanjutnya mereka bisa melanjutkan dengan rawat jalan, yaitu mengambil obat-obatan di Puskesmas.  Kebanyakan Orgil yang kambuh dan kembali berkeliaran dijalanan karena berhenti meminum obat. Padahal obat harus rutin diminum, dan untuk itu peran dari pihak keluarga menjadi sangat penting untuk mengontrol agar pasien tetap terus meminum obatnya.  Namun kenyataannya memang banyak dari pasien gila kembali ke jalanan karena kurang perhatian dari pihak keluarganya’’ Ujar Rosdiana.

Rosdiana juga menyampaikan bahwa untuk penanganan Orgil  yang berkeliaran tersebut sudah saatnya Pemerintah Daerah memfasilitasi dengan membuat Rumah Singgah. Dengan adanya rumah singgah pasien-pasien gangguan jiwa yang telah berobat ke Rumah sakit jiwa dapat melanjutkan pengobatannya di Rumah singgah ini.

“Dengan adanya rumah singgah, akan sangat membantu para eks pasien rumah sakit jiwa telah mulai membaik, akan mempermudah untuk pengawasan agar pasien dapat mengkonsumsi obat-obat secara teratur sehingga  tak ada lagi orgil yang berkeliaran dijalanan kota Ngabang”  jelas Rosdiana. (Sht)

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *