OpiniCatatan RedaksiUncategorized

Destinasty Melimpah, Sayang Tak Tergarap: Program Hanya Sebatas Wacana

Rekreasi dan hiburan merupakan suatu kebutuhan bagi masyarakat dewasa ini ditengah kesibukan menjalani rutinitas kehidupan. Tentunya kebutuhan akan rekreasi ini menciptakan suatu peluang pasar tersendiri guna memperoleh penghasilan bagi individu, daerah maupun bagi negara. Kalimantan barat dengan seribu alur sungainya, puluhan destinasty alamnya, ragam budaya dan adat istiadat serta aneka kuliner tentunya memiliki pesona yang unik dan berpotensi besar sebagai sentral wisata untuk memenuhi akan kebutuhan turis domestik maupun turis manca negara.

Sebagai jantungnya pulau kalimantan, Kalbar jelas berpotensi kuat untuk menggali, mengembangkan serta menjual segala destinasty di sektor pariwista ini. Bagi turis dari Luar negeri, pintu masuk telah terbuka lebar dan tersedia dari berbagai penjuru, border Entikong-Sanggau, border Aruk di Sambas, Badau di Kapuas hulu serta bandara Supadio pontianak. Sepertinya dukungan prasarana dan sarana untuk mengembangkan sektor pariwisata telah cukup memadai, tinggal bagaimana memoles objek serta sumber daya manusia disekitar untuk menunjang tumbuh dan berkembangnya pariwista ini.

Sektor ini memberikan dampak multi efek yang besar bagi pertumbuhan ekonomi disuatu wilayah. Kehadiran turis tidak hanya menumbuhkan permintaan akan hunian hotel, tetapi juga akan menumbuhkan bisnis kuliner, industri kerajinan tangan, bisnis transportasi, jasa pemandu wisata serta bisnis jasa lainñya mengikuti geliat laju di sektor pariwisata ini. Bali adalah ikon model daerah yang mengandalkan disektor ini. Kota Amoy Singkawang dengan even tahunan Cap Goh Meh juga mampu menarik ribuan wisatawan asing dan domestik hingga hunian penginapan tiap tahunnya telah terisi penuh jauh hari sebelum even dimulai. Bisa dibayangkan berapa rupiah dana yang mengalir dari even ini, tentunya juga ada banyak warga sekitar yang keciprat untung. Sektor pariwisata sungguh menakjubkan bagi daya dongkrak pertumbuhan ekonomi, persoalan tinggal kemauan dan kerja keras dari Pemda untuk mendorong dan membangunkan sektor ini agar geliatnya terasa bagi peningkatan ekonomi daerah. Bukan hanya sebatas wacana yang tertuang dalam agenda program kerja tapi tak pernah terealisasikan dengan alasan klasik persoalan dana (Sahat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *