-INI PRESIDEN KU-

“ Bagi saya itu bukan pengorbanan, tapi sudah menjadi tugas saya sebagai pemimpin. Seorang Presiden dilihat dari apa yang diperbuatnya untuk rakyat, bukan dari gaya hidupnya” kata Jose Alberto Mujica Cordano, Presiden Uruguay 2010-2015 (Perjuangan & Pengabdian Presiden Termiskin di Dunia ; Cermin Pemimpin Idaman, Zaenuddin HM, 2014 :34).

Jose Mujica  memang pemimpin yang luar biasa, sederhana apa adanya, bahkan hingga akhir masa jabatannya  Ia tetap miskin, bahkan dibuku yang sama dikatakan juga jikalau dimasa kepemimpinannya Presiden Jose yang akrab disapa Pepe ini,  90% gajinya disisihkan untuk rakyatnya yang miskin, memilih tinggal dirumah yang sederhana, selalu pergi dengan mobil bututnya dan tanpa pengawalan yang ketat. Sama halnya dengan  Hugo Chavez presiden Venezuela. Mahmoud Ahmadinejad   presiden Iran. Serta  Nelson Mandela presiden Afrika Selatan, mereka hidup dalam kesederhaan, mengabdi dan menjadi pelayan masyarakat . Meskipun sebagai orang nomor satu di Negaranya mereka bias memanfaatkan kekuasaannya untuk kepentingan mereka, tetapi tidak mereka lakukan. Bukan sekedar pencitraan, tetapi memang realita, dan sejarah mencatatnya, seperti halnya yang dikutip ulang dalam tulisan ini.

Dalam hitungan bulan ke depan, kita warga Indonesia  juga akan disibukkan dengan urusan memilih Pemimpin (Presiden) untuk Lima tahun ke depannya, para kandidat calonpun telah resmi ditetapkan oleh lembaga resmi penyelenggara Pemilu yaitu KPU. Bahkan jauh-jauh hari sebelum penetapan calonpun, para kontestan telah tebar pesona kemana-mana, ke seantero pelosok nusantara. Media massa, setiap sudut tempat Warung kopi, dan yang terheboh Medsos semuanya membahas dan mengulas para calon yang maju dalam kontestan tersebut. Memang ajang Pilpres adalah pesta demokrasi miliknya rakyat, karena ditangan rakyatlah nasib para calon ditentukan.

Para calon yang maju diajang Pilpres  saat inipun, rekam jejaknya telah terbaca dan diketahui oleh public  secara luas. Karena mereka adalah petahana serta pesohor dibidangnya masing-masing, tentunya kapasitas dan kapabilitas mereka telah teruji. Dan kini mereka menawarkan diri untuk maju menjadi pemimpin bagi rakyat Indonesia.  Wilayah NKRI, memang sangatlah luas, bisa dibayangkan betapa luasnya wilayahnya NKRI ini. Di samping Geografis yang luas dan berat karena dipastikan membutuhkan dana yang besar untuk membangun infrastrukturnya, pastinya juga tersimpan kekayaan alam yang besar sebagai sumber penghidupan masyarakatnya jika dikelola dengan arif dan bijak.

Negara  ini memang membutuhkan seorang Presiden yang sangat paham dengan kondisi Geografis, demografis dan tentunya sosiologis rakyat  yang pluralistic. Memiliki kemampuan manajerial yang handal, memiliki rekam jejak yang baik dan teruji.Di era zaman now, dimana akses informasi terbuka dengan lebar dan terkontaminasi dengan Hoax, maka rakyat pemilih pastilah telah menghimpun begitu banyak informasi mengenai calon yang akan Ia pilih. Hingga istilah beli kucing dalam karung tidaklah relevan lagi.  Masyarakat Indonesia butuh pemimpin yang melayani, mengabdi sepenuh hati untuk kemajuan masyarakat dan daerah se-nusantara, tentulah Ia orang yang jujur, bersih, amanah dan sederhana, mengutamakan kepentingan public bukan pribadi dan keluarganya, dekat dengan rakyat, tegas dalam aturan dan penegakkan hukum. Tentunya kita berharap Presiden kita sepert Jose Mujica, Chavez, Ahmadnejad atau Nelson Mandela, yang memang menjadi pemimpin dengan tujuan membela kaum tertindas dan mengabdi untuk masyarakat meskipun mereka tetap miskin. Lihat dan analisa  rekam Jejak (Track record) para calon dengan hati dan pikiran bersih, niscaya NKRI akan melesat maju – Vox Populi Vox Dei, suara rakyat adalah suara Tuhan-terkutuklah yang menyalahgunakan suara rakyat untuk kepentingannya dan golongannya-by:  Sahat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *