Bawaslu Bengkayang Gencar Lakukan Pencegahan

Bengkayang-Mata Borneo. Hari Pemungutan Suara telah dijadwalkan oleh KPU RI pada  Rabu, Tanggal 17 April 2019. Gawai lima tahunan kali ini berbeda dengan tahun sebelumnya. Bila kita mengaca pada 2014 lalu, Pemilihan Umum Legislatif dipisahkan dengan Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden. 2019 ini ada yang beda, dimana Pemilu serentak dilakukan dihari yang sama dan surat suara sebanyak lima lembar untuk Pemilu Anggota DPR RI, DPD RI, DPRD Provinsi Kalimantan Barat, DPRD Kabupaten Bengkayang, Presiden dan Wakil Presiden RI.

Yopi Cahyono, Koordinator Divisi Pengawasan, Hubungan Masyarakat dan Hubungan Antar Lembaga Bawaslu Kabupaten Bengkayang mengatakan, 15 Agustus 2018 lalu merupakan hari bersejarah bagi pengawas pemilu khususnya tingkat kabupaten/kota, dimana seluruh Bawaslu Kabupaten/kota di seluruh Indonesia  dilantik sebagai komisioner dan permanen selama lima tahun (massa bhakti 2018-2023).

“Bawaslu Kabupaten/Kota permanen berkat lahirnya Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu,” terang Yopi Cahyono ditemui diruang kerjanya.

Ia melanjutkan, khusus Kabupaten Bengkayang sebanyak tiga Komisioner yang dilantik yakni Yopi Cahyono, Evy Flavia dan Yosef Harry Suyadi. Ketiganya merupakan komisioner Panwaslu Kabupaten Bengkayang tahun 2017-2018. Dimana, kala itu melakukan pengawasan untuk tahapan Pemilu 2019 dan tahapan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Kalimantan Barat.

Perlu diketahui, Kabupaten Bengkayang terdiri dari 17 kecamatan, 122 desa dan 2 kelurahan. Pengawas Pemilu selain ada di tingkat kabupaten, juga ada di tingkat kecamatan (Panwaslu Kecamatan, Red) dan desa/kelurahan (Panwaslu Desa/Keluarahan, Red).

Bawaslu Kabupaten Bengkayang bersama jajaran telah melakukan pencegahan secara masif baik itu secara lisan maupun tulisan. Bentuk lisan misalnya, pengawas pemilu melakukan pencegahan saat bertemu atau bertatap muka langsung dengan masyarakat, organisasi kemasyarakatan, pengurus partai politik, Aparatur Sipil Negara, kepala desa, dan perangkat desa.

Dimana Pengawas Pemilu menyampaikan terkait larangan kampanye dan sanksinya sesuai dengan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 2017.

Selain itu, Pengawas Pemilu juga melakukan pencegahan secara tertulis. Misalnya, menyurati pengurus partai politik tingkat kabupaten dan kecamatan terkait larangan kampanye dan sanksinya.

Pengawas Pemilu, dari tingkat kabupaten sampai kecamatan gencar melakukan Sosialisasi kepada seluruh elemen masyarakat yang ada di Kabupaten Bengkayang. Pada 2018 lalu, dimasing-masing kecamatan telah melakukan sosialisasi tatap muka kepada masyarakat sebanyak empat kali. Tingkat kabupaten, sudah beberapa dilakukan baik itu pada 2017 lalu maupun 2018.

Dimana para peserta sosialisasi ialah pemilih pemula baik itu pelajar maupun mahasiswa, perangkat desa, Aparatur Sipil Negara, pengurus Rukun Tetangga, Kepala Desa, Badan Permusyawaratan Desa, dan pengurus partai politik.

Pencegahan lainnya yang dilakukan Pengawas Pemilu di Kabupaten Bengkayang ialah dengan mengirim meme terkait larangan kampanye Pemilu 2019 dan sanksinya melalui media sosial baik itu facebook, instagram maupun WhatApp, membuat video ajakan mengawasi Pemilu 2019 kemudian disimpan di youtube, setelah itu dikirim ke media sosial seperti Facebook dan WhatApp.

Bahkan, berita yang narasumbernya dari Pengawas Pemilu yang diterbitkan di media cetak, media online maupun media elektronik juga salah satu bentuk pencegahan dan pendidikan politik untuk masyarakat Kabupaten Bengkayang.

“Bawaslu Kabupaten Bengkayang dan jajarannya telah gencar melakukan pencegahan. Hal ini dimaksud meminimalisir pelanggaran pemilu baik itu administrasi, pidana maupun pelanggaran lainnya,” jelas Yopi Cahyono.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *