Padi Surplus, Lahan Luas, Poktan Banyak; Landak Bisa Jadi Sentral Lumbung Pangan Kal-Bar

Badan Pusat Statistk  (BPS) Kabupaten Landak tahun 2016 , mencatat bahwa luas lahan pertanian  yang ada di kabupaten Landak  yang dipergunakan untuk sawah mencapai 75.549 hektar (10,11%) dan tanah bukan sawah seluas 680.258 hektar (89,88%).  Dari luas 75.549 ha tersebut, baru 56.545 yang diusahakan  dengan total produksi di tahun 2015 sebesar 188.436 ton padi sawah, dan 17.578 ton padi ladang. Untuk tanaman Palawija produksi yang terbesar adalah Ubi kayu yaitu 45.220 Ton.  Tercatat 144 Gabungan kelompok tani dan ada 1497 kelompok tani yang terdaftar di tahun 2016.  Di tahun 2017 Angka tetap (ATAP) yang diperoleh dari Dinas pertanian, perikanan dan ketahanan pangan kabupaten Landak,  produksi padi sawah mencapai 217.208 ton dengan luas tanam 64.033 hektar, produksi  padi ladang  27.132 ton  dengan luas tanam 15.344 hektare. Jagung 11.849 ton luas tanam 2.663 Ha, Kedelai 114 Ton dengan luas tanam 347 Ha, Kacang Tanah 110 ton dengan luas tanam 53 ha,  Ubi Kayu 47.086 Ton, luas tanam 2.655 Ha, Ubi Jalar 236 ton dengan luas tanam 22  hektar.

Kabid  TPH, Dinas Pertanian,  Evert Apat, yang juga sebagai Plt. Sekretaris di Dinas Pertanian, mengatakan bahwa  untuk tanaman pangan Padi, kabupaten Landak Surplus. Untuk  komoditas Jagung, menurut Evert  pemasarannya telah dijual lintas kabupaten, yaitu di Singkawang. Terkait dengan upaya swasembada pangan dan menjadikan Landak sebagai lumbung pangan kalbar, sebagaimana arahan Bupati, maka menurut Evert telah dilakukan berbagai upaya seperti peningkatan kualitas dan kuantitas Balai Benih, ketersediaan dan distribusi benih, pupuk dan obat-obatan pertanian. Meskipun diakui oleh Evert bahwa saat ini Balai Benih yang ada masih belum mampu menyuplai kebutuhan benih petani yang setiap musimya memerlukan benih hingga 500 ton setiap musim tanamnya, sedangkan BBI yang telah digarap baru bisa menggarap 5 hektare dengan produksi 4 ton/Ha nya.

“Untuk memberdayakan potensi lokal yang ada serta meminimilasir  biaya produksi bagi petani serta upaya memproduksi komoditas pangan yang bebas dari bahan kimia, maka kita sedang menggalakkan petani untuk menggunakan pupuk organic buatan petani sendiri” ujar Evert.

Misi pemerintahan Karolin – Heriyadi menjadikan Landak sebagai salah satu lumbung pangan di Kalbar, telah mulai dilakukan baik melalui pembinaan para petani yang telah tergabung dalam kelompok tani (Poktan), penyaluran alat pertanian berupa Hand traktor dan treser.  Dalam setiap kesempatan bertatap muka dengan para petani, Bupati Karolin kerap mengingatkan agar kelompok tani yang telah mendapatkan bantuan alat pertanian untuk menjaga dan merawatnya. Sedangkan bagi para kelompok tani yang belum memperoleh, diminta untuk mengajukan proposal dan tembusan ke dirinya selaku Bupati.   Catatan BPS 2016 , menunjukkan bahwa sector pertanian, kehutanan dan perikanan menyumbang 35,13 persen bagi PDRB kabupaten Landak.  Serta menjadi penyumbang padi terbesar ke dua di provinsi Kalimantan barat  dengan produksi 250.999 ton (atap 2017). 

Kepala Dinas Pertanian, Perikanan dan Ketahanan Pangan, Vinsensius mengatakan bahwa jajaran di dinas yang dipimpinnya terus berupaya memberdayakan para petani, khususnya dalam pola pikir petani, pengembangan managemen keluarga petani, serta managemen waktu petani.  Sehingga ke depannya wawasan dan pengetahuan para petani meningkat yang diikuti dengan peningkatan produktivitas serta peningkatan kesejahteraan para petani.  “Sesuai arahan Bupati Landak, Ibu Karolin, kita akan terus memberikan pendampingan dan batuan kepada petani, mengingat pertanian di kawasan kabupaten Landak masih memiliki potensi besar untuk diolah dan dikembangkan” ujarnya.

Adapun jumlah tenaga Penyuluh Pertanian saat ini di tahun 2018 berjalan , seperti yang disampaikan oleh Kabid Penyuluh Pertanian, Franciskus Asi, 98 orang berstatus PNS, 18 THL TBPP, serta 30 orang penyuluh Swadaya. Sedangkan jumlah kelompok tani sesuai  SK Kadis DP2KP sebanyak 2.129 kelompok.

Di bidang peternakan, sebagaimana yang disampaikan Kabid Peternakan, drh. Intan Aryani, upaya swasembada dilakukan melalui program swasembada daging sapi melalui kegiatan upaya khusus sapi indukan wajib bunting, adapun produksi sapi di tahun 2017 lalu yaitu 157.077 kg, Kambing 19.489 kg, Babi 2.424.800 Kg. Ayam Buras 67.609 kg, Ayam Ras Pedaging 2.653.900 kg, Itik 1.124 kg.  “Hingga saat ini telah terbina 20 kelompok peternak ungas, sehingga produksi untuk ternak ungas mencukupi untuk kebutuhan masyarakat” ujar Intan. (Pewancara : Amat dasa, Foto : Mahren)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *